Sumbawanews.com,- Air mata Bernardo Tavares mengalir deras usai Gledson Paixao da Silva sukses mengeksekusi penalti penentu dalam laga final Piala Presiden 2026. Pelatih asal Portugal itu tak mampu menahan emosi, menyaksikan Persebaya Surabaya mengakhiri penantian 22 tahun tanpa trofi besar. Bajol Ijo menaklukkan Persib Bandung 6-5 lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu normal, dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis, 6 Agustus 2026, malam WIB.
Persebaya membuka skor lewat Ramadhan Sananta pada menit ke-20, dengan tendangan jarak dekat yang tak terbendung. Persib menyamakan kedudukan hanya empat menit berselang, lewat sepakan terukur Patricio Matricardi. Keseimbangan skor bertahan hingga peluit panjang, memaksa kedua tim mempertaruhkan nyali di babak adu penalti. Enam dari tujuh penendang Persebaya sukses menghantarkan bola ke gawang, sementara Persib hanya mampu mengeksekusi lima dari tujuh kesempatan. Kemenangan ini menjadi gelar pertama Persebaya sejak menjuarai divisi utama Liga Indonesia pada 2004.
Turnamen ini menjadi puncak perjalanan panjang Bajol Ijo di Piala Presiden. Sejak pertama kali berpartisipasi pada edisi 2018, Persebaya pernah terhenti di perempatfinal (2018), finis runner-up (2019), dan gagal lolos dari fase grup (2022). Mereka absen dari dua edisi berikutnya akibat perubahan format kompetisi, namun kembali dengan tekad kuat pada 2026. Di bawah arahan Tavares, tim yang masih dalam proses pembentukan justru tampil sempurna di fase grup: menang 1-0 atas Persija Jakarta, 1-0 atas PSMS Medan, dan 2-1 atas juara bertahan Port FC. Di semifinal, mereka menaklukkan Arema FC 1-0 tanpa dukungan suporter, karena panitia memutuskan final dan semifinal digelar tanpa penonton demi keamanan.
Tavares awalnya memandang Piala Presiden 2026 sebagai ajang evaluasi menjelang musim 2026-2027. “Kami ingin menang, tapi realistis dengan kondisi tim yang masih dalam proses,” ujarnya. Namun takdir berkata lain. Kemenangan ini bukan sekadar trofi, tapi simbol kebangkitan. “Alhamdulillah malam ini kita bisa meraih kemenangan. Dan penantian panjang tim Persebaya akhirnya bisa terwujud,” kata kiper Reza Arya. Dengan gelar ini, Persebaya kembali menancapkan nama di puncak sepak bola Indonesia—setelah dua dekade menunggu.















