Sumbawanews.com,- Pemain Persebaya Surabaya, Arief Catur Pamungkas, mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah Timnas Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026. Fan berat Die Mannschaft sejak lama, Catur menyaksikan tim idolainya gagal melangkah ke babak 16 besar setelah kalah adu penalti 3-4 dari Paraguay, pada Selasa (30/6) dini hari WIB, setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu normal maupun tambahan waktu.
Bagi Catur, kekalahan itu bukan sekadar kegagalan tim sepak bola, tapi kehilangan sebuah filosofi permainan yang ia kagumi selama bertahun-tahun. “Saya mendukung Jerman sejak masih kecil. Saya suka cara mereka bermain—bola mengalir, kerja sama tim tanpa ego, setiap gerakan terukur. Itu yang membuat saya terus menonton, bahkan saat mereka sedang tidak berada di puncak,” ujarnya, dilansir dari laman resmi Persebaya, Rabu (1/7/2026).
Meski kecewa, bek berusia 27 tahun itu tetap memberi apresiasi atas perjuangan para pemain Jerman sepanjang turnamen. “Sepak bola punya aturannya sendiri. Kadang yang terbaik tidak selalu menang. Tapi saya tetap bangga. Mereka tidak menyerah sampai detik terakhir,” katanya.
Catur berharap kekalahan ini menjadi titik balik bagi Jerman untuk bangkit lebih kuat di masa depan. “Mereka punya sejarah, punya tradisi. Saya yakin, ini bukan akhir. Ini hanya sebuah babak yang harus dilewati.”
Pertandingan antara Jerman dan Paraguay di Stadion MetLife, New Jersey, menjadi laga penuh drama. Dua gol yang dicetak masing-masing oleh Joshua Kimmich dan Bryan Ruiz memperlihatkan betapa ketatnya pertarungan. Namun, kegagalan Jerman dalam eksekusi penalti—dengan dua tendangan gagal—menjadi penentu nasib mereka.
Kekalahan ini menandai salah satu kegagalan terbesar Jerman dalam sejarah Piala Dunia modern, sekaligus menjadi momen menyedihkan bagi jutaan penggemar di seluruh dunia, termasuk seorang Arief Catur Pamungkas yang duduk sendirian di depan layar, menatap layar dengan tatapan kosong—tak bisa berkata apa-apa.















