Home Berita Olah Raga Emanuel De Porras Pilih PSIS, Bukan Persija: Ini Alasan Sebenarnya

Emanuel De Porras Pilih PSIS, Bukan Persija: Ini Alasan Sebenarnya

Sumbawanews.com,- Mantan striker asal Argentina, Emanuel De Porras, mengungkap alasan sebenarnya mengapa ia tidak melanjutkan karier di Persija Jakarta dan justru memilih bergabung dengan PSIS Semarang. Dalam wawancara eksklusif di podcast *Bola Break* bersama Gregah Nurikhsani, De Porras mengaku keputusan itu bukan karena tawaran gaji yang lebih besar, melainkan karena perbedaan visi dan komitmen dari manajemen Persija saat itu.

De Porras, yang pernah menjadi bagian dari lini depan Persija bersama Bambang Pamungkas dan Gustavo Hernan Ortiz pada musim 2023, mengatakan bahwa meski ia merasa nyaman di lapangan, ia merasa tidak mendapat dukungan penuh dari struktur klub. “Saya datang untuk bermain, bukan hanya untuk ikut dalam proyek yang tidak jelas arahnya,” ujarnya, menekankan bahwa komunikasi antara pelatih dan pemain di Persija saat itu seringkali tidak konsisten.

Sementara itu, tawaran dari PSIS Semarang datang dengan kejelasan yang berbeda. Manajemen klub asal Jawa Tengah itu menawarkan peran strategis sebagai pemimpin lini depan, sekaligus memberikan ruang bagi De Porras untuk terlibat dalam pengembangan akademi sepak bola lokal. “Mereka tidak hanya ingin saya mencetak gol, tapi juga menjadi contoh bagi pemain muda. Itu yang saya cari,” katanya.

De Porras juga menyinggung soal perbedaan budaya klub. Ia menggambarkan Persija sebagai tim yang lebih fokus pada citra dan tekanan suporter, sementara PSIS memberinya ruang untuk berkembang secara profesional tanpa beban emosional berlebihan. “Jakmania luar biasa, tapi saya butuh stabilitas, bukan hanya cinta,” ujarnya dengan nada reflektif.

Ia pun menegaskan bahwa keputusannya tidak terkait dengan performa atau konflik pribadi. “Saya tidak pernah bermasalah dengan siapa pun. Saya hanya memilih jalur yang paling sesuai dengan tujuan karier saya di Indonesia.”

De Porras, yang kini aktif mengelola Aruna Football Academy di Semarang, juga menyampaikan pesan khusus kepada Jakmania: “Terima kasih atas cinta kalian. Saya tetap bangga pernah memakai jersey Persija. Tapi hidup adalah pilihan, dan saya memilih yang membuat saya tumbuh.”

Kepindahannya ke PSIS pada pertengahan 2023 ternyata menjadi titik balik. Di sana, ia tidak hanya menjadi pencetak gol, tapi juga mentor bagi para pemain muda, termasuk beberapa yang kini menjadi andalan tim utama. Bagi De Porras, ini bukan sekadar transfer klub—ini adalah perpindahan hidup.

Previous articleJokowi Sasar Lampung, Partai-Partai Responsif terhadap Safari Politiknya
Next articlePresiden Belarus Akan Kunjungi Indonesia pada 2 Juli 2026