Sumbawanews.com,- Gelandang Timnas Argentina, Giuliano Simeone, akhirnya memenuhi janjinya tiga tahun lalu: tampil di Piala Dunia. Debutnya terwujud saat Argentina menghadapi Yordania pada laga fase 32 besar, 30 Juni 2026, di mana ia masuk sebagai pemain pengganti dan bermain selama 71 menit dalam kemenangan 3-1.
Janji itu lahir di tengah masa suram. Pada Agustus 2023, saat dipinjamkan dari Atletico Madrid ke Alaves demi mengejar menit bermain, Simeone mengalami patah tulang fibula dan cedera ligamen pergelangan kaki serius dalam laga uji coba melawan Burgos. Ia terpaksa absen selama enam bulan, melewatkan paruh pertama musim 2023/2024, dan banyak yang mempertanyakan masa depan kariernya.
Namun, di tengah rehabilitasi panjang, ia menulis pesan kepada seorang teman: “Saya akan katakan satu hal padamu. Saya akan bermain di Piala Dunia berikutnya.” Pesan itu ia unggah ulang di Instagram pada hari debutnya, 29 Juni 2026, dan langsung disukai lebih dari 50 ribu akun.
“Saat cedera itu terjadi, pikiran pertama saya setelah guncangan awal adalah: saya harus sampai ke Piala Dunia,” ujar Simeone menjelang turnamen. “Saya belum pernah membela Argentina di level junior. Tapi saya menetapkan target itu untuk diri sendiri. Setiap latihan, saya berikan segalanya.”
Meski bukan pilihan utama pelatih Lionel Scaloni—ia hanya duduk di bangku cadangan di dua laga awal melawan Aljazair dan Austria—kesempatan itu datang saat Argentina memutar skuad melawan Yordania. Ia tampil dengan ketenangan, menunjukkan kematangan di tengah tekanan panggung terbesar sepak bola.
“Debut di Piala Dunia adalah mimpi sejak kecil. Semuanya terjadi begitu cepat setelah cedera 2023. Saya melewati masa sulit, tapi dengan kerja keras dan pengorbanan, saya sampai di sini,” katanya, dikutip ESPN. “Saya bilang saya akan bermain. Saya tidak yakin akan sampai, tapi sekarang saya di sini—bersama pemain terbaik di dunia.”
Simeone menjadi generasi baru yang melanjutkan warisan ayahnya, Diego Simeone, yang pernah bermain di tiga Piala Dunia. Kini, ia bukan lagi anak dari legenda—tapi pemain yang membuktikan dirinya layak berdiri di atas panggung itu, bukan karena nama, tapi karena ketahanan, tekad, dan kerja keras yang tak pernah padam.















