Sumbawanews.com,- Tim bulutangkis Indonesia sedang menghadapi periode terpanjang tanpa gelar juara dunia sejak 2019, ketika Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan terakhir kali mengangkat trofi di nomor ganda putra. Sejak itu, Indonesia gagal meraih gelar apapun di Kejuaraan Dunia 2021, 2022, 2023, 2025, dan 2026—menciptakan puasa gelar selama tujuh tahun, rekor terlama sejak turnamen ini digelar tahunan kecuali di tahun Olimpiade. Rekor sebelumnya terjadi antara 2007 hingga 2013, ketika Nova Widianto/Liliyana Natsir memenangkan gelar pada 2007, sebelum Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Ahsan/Hendra kembali membawa pulang trofi pada 2013.
Di edisi 2025, peluang terbesar Indonesia berada di tangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Jonatan Christie. Keduanya masuk sebagai unggulan papan atas, dengan Fajar/Fikri baru saja meraih gelar juara di turnamen Jepang dan China—dua ajang bergengsi yang menjadi indikator kuat performa menjelang Kejuaraan Dunia. Selain itu, sejumlah pemain muda berpotensi menciptakan kejutan, termasuk Putri Kusuma Wardani, Sabar Karyaman/M. Reza Pahlevi, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, dan Alwi Farhan.
Pada Kejuaraan Dunia 2025, Indonesia hanya mampu meraih satu medali perunggu, yang dibawa pulang oleh Putri Kusuma Wardani. Dengan tekad memutus puasa gelar yang telah berlangsung sejak 2019, seluruh harapan bangsa kini tertumpu pada para pemain yang siap bertarung di atas lapangan.















