Sumbawanews.com,- Presiden Cape Verde, José Maria Neves, menyatakan keyakinan kuat bahwa tim nasionalnya mampu mengalahkan juara bertahan Argentina di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Miami, Amerika Serikat, pada 4 Juli mendatang, akan menjadi ujian sekaligus momen bersejarah bagi negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik itu.
Neves tidak hanya optimistis—ia bahkan memprediksi skor tipis 1-0 untuk kemenangan Cape Verde. “Saya percaya kami bisa menang 1-0,” ujarnya, dikutip dari *The Star*. “Kami datang bukan untuk sekadar ikut-ikutan. Kami datang untuk menentukan takdir sendiri, menghadapi raksasa, dan membuktikan bahwa keinginan kuat bisa mengalahkan peringkat FIFA.”
Keyakinan itu bukan sekadar semangat semata. Cape Verde telah mencatat sejarah sebagai negara terkecil yang berhasil lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026. Di fase grup, mereka menahan imbang Spanyol 0-0 berkat performa gemilang penjaga gawang berusia 40 tahun, Vozinha. Lalu, mereka bertahan ketat melawan Uruguay (2-2) dan Arab Saudi (0-0), mengamankan posisi runner-up Grup H meski tak mencetak gol dalam dua laga terakhir.
Kini, mereka akan menghadapi tim yang dipimpin Lionel Messi—sang legenda yang masih menjadi tulang punggung tim Tango. Peringkat FIFA menunjukkan selisih 63 posisi antara kedua tim. Namun, Neves menolak menganggap itu sebagai hambatan. “Kami tidak takut pada kualitas. Kami takut pada kehilangan tekad. Dan tekad kami jauh lebih besar dari selisih peringkat.”
Pemain-pemain Cape Verde, sebagian besar berasal dari liga-liga kecil Eropa, justru mengandalkan solidaritas, disiplin taktis, dan semangat juang yang tak terbendung. Mereka bukan tim dengan bintang-bintang global, tapi tim yang bermain untuk seluruh rakyatnya—sekitar 500 ribu jiwa yang menatap layar televisi dari pulau-pulau terpencil.
Neves menutup pernyataannya dengan nada penuh makna: “Jika Messi menangis setelah pertandingan ini, itu bukan karena kekalahan. Itu karena ia menyaksikan betapa besar hati seorang pemain kecil yang berani menantang raksasa.”
Pertandingan antara Cape Verde dan Argentina bukan sekadar laga sepak bola. Ia adalah simbol keteguhan, mimpi yang tak pernah padam, dan bukti bahwa dalam sepak bola, kadang yang terkecil justru yang paling berani.















