Sumbawanews.com,- Di bawah kendali Carlo Ancelotti, Timnas Brasil kembali menunjukkan wajah sang juara di Piala Dunia 2026. Dalam laga babak 32 besar yang digelar di Stadion Houston, Brasil bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Jepang 2-1, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. Gol dari Casemiro dan Gabriel Martinelli membalikkan keadaan setelah Kaishu Sano lebih dulu membawa Jepang unggul di babak pertama.
Kemenangan ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Brasil di turnamen ini. Setelah awalnya bermain imbang 1-1 melawan Maroko, tim Samba meraih tiga kemenangan beruntun melawan Haiti, Skotlandia, dan kini Jepang. Dengan poin 7 dari empat pertandingan, Brasil memuncaki Grup C dan melangkah ke babak 16 besar sebagai salah satu kandidat kuat gelar.
Ancelotti, yang kini menangani tim nasional Brasil, kembali menegaskan reputasinya sebagai arsitek tim pemenang. Pujian datang dari mantan pemain Chelsea, Chris Sutton, yang menyebut pelatih asal Italia itu sebagai “pemenang beruntun” yang mampu mengubah tim berbakat menjadi mesin kemenangan konsisten. “Pria itu adalah seorang pemenang beruntun—ini keahliannya,” ujar Sutton.
Di sisi lain, kinerja pertahanan Jepang sempat diapresiasi oleh mantan pemain Liverpool, Stephen Warnock. Namun, blunder fatal dari Ao Tanaka yang gagal mengantisipasi umpan Bruno Guimarães menjadi titik balik. Martinelli, dengan ketenangan luar biasa, mengontrol bola satu sentuhan sebelum melepaskan tembakan mematikan ke pojok gawang. “Ini adalah momen brilian di waktu paling krusial—dan itulah yang membuat Brasil tetap menjadi tim yang sulit dikalahkan,” kata Warnock.
Meski Neymar masih dalam pemantauan ketat pelatih terkait kondisi fisiknya, Ancelotti tak terlihat terburu-buru memaksanya bermain. Strategi fleksibel dan manajemen sumber daya pemain yang cermat menjadi ciri khas gaya kepemimpinannya di tengah tekanan besar dunia sepak bola.
Dengan kemenangan ini, Brasil siap menghadapi lawan selanjutnya di babak 16 besar—sebuah tantangan yang dihadapi dengan kepercayaan diri yang tak tergoyahkan, berkat sentuhan master taktik yang kembali membawa Selecao ke jalur juara.















