Sumbawanews.com,- Kementerian Dalam Negeri menetapkan tiga kabupaten di Sulawesi sebagai pemenang kategori *Creative Financing* dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 29 Mei 2026. Kabupaten Wajo, Kolaka, dan Mamasa masing-masing meraih peringkat pertama, kedua, dan ketiga atas inovasi mereka dalam menggali sumber pembiayaan pembangunan yang kreatif, berkelanjutan, dan tidak bergantung pada alokasi fiskal pusat.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait di hadapan para kepala daerah se-Sulawesi. Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria ketat yang mencakup efektivitas pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), digitalisasi tata kelola keuangan, konsistensi opini audit, serta kemampuan merancang skema pembiayaan inovatif—mulai dari kolaborasi swasta, pemanfaatan aset daerah, hingga pendekatan berbasis ekonomi sirkular.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, penyelenggaraan ajang ini secara regional bertujuan menciptakan kompetisi yang adil. “Jika dinilai nasional, juaranya pasti selalu kota-kota besar. Daerah kecil yang punya ide brilian justru kalah sejak awal,” ujarnya dalam siaran langsung di kanal YouTube Kompas.com. Ia menekankan bahwa hasil penilaian didasarkan pada data resmi dari BPS, Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), sehingga tidak ada ruang untuk subjektivitas.
Ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026, yang diselenggarakan Kemendagri bersama Kompas.com, mempertandingkan empat kategori utama: penurunan pengangguran, pengendalian inflasi, penanggulangan kemiskinan dan *stunting*, serta *creative financing*. Regional Sulawesi menjadi gelombang ketiga setelah Sumatera, Kalimantan, dan Maluku-Nusa Tenggara. Penyelenggaraan di Jawa-Bali dan Papua masih menanti, dengan total 18 regional yang akan ditutup pada November 2026.
Tito menambahkan, penghargaan bukanlah akhir, melainkan titik awal. “Selamat kepada yang menang. Pertahankan dan tingkatkan. Bagi yang belum beruntung, masih ada dua gelombang lagi. Jangan menyerah—angka tidak bohong, tapi semangat bisa berubah,” katanya.
Ketiga daerah pemenang kini menjadi contoh bagaimana pemerintah kabupaten dengan keterbatasan anggaran bisa menjadi pelopor perubahan—melalui keberanian inovasi, transparansi, dan komitmen pada tata kelola yang baik.















