Sumbawanews.com,- Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Tangerang Selatan, Fahrudin Zuri, menegaskan bahwa situasi keamanan di wilayahnya hingga kini tetap kondusif. Dalam kunjungannya ke Polres Tangsel pada Selasa (26/5), ia menyatakan tidak ada indikasi lonjakan kejahatan jalanan, pencurian dengan pemberatan (curat), maupun pencurian dengan kekerasan (curas) yang mengancam ketertiban umum.
Meski demikian, Fahrudin menekankan bahwa kewaspadaan tidak boleh longgar. FKDM, kata dia, terus memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian untuk memantau dinamika keamanan secara proaktif. “Kami tidak hanya menunggu laporan, tapi aktif menggali informasi dari akar rumput,” ujarnya.
Lebih dari itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga ibu rumah tangga—untuk menjadi garda terdepan dalam menangkal penyebaran hoaks. Menurutnya, informasi palsu yang beredar di media sosial berpotensi memicu kepanikan, memecah belah persatuan, dan merusak keharmonisan sosial yang selama ini dibangun dengan susah payah.
“Tangsel adalah kota yang modern, cerdas, dan religius. Kita tidak bisa membiarkan kecerdasan itu dipakai untuk menyebarkan kebencian,” tegas Fahrudin. Ia menekankan bahwa sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi bukan sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab kolektif.
Ia juga mengingatkan bahwa keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama. Dengan menjaga sikap dewasa, menghindari provokasi, dan memverifikasi informasi sebelum membagikannya, masyarakat bisa menjadi penjaga stabilitas yang tak tergantikan.
Dengan langkah-langkah ini, FKDM berharap Tangsel tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga secara psikologis—tempat warganya hidup tanpa rasa takut, tanpa kecurigaan, dan tanpa kepanikan yang tidak perlu.















