Home Berita Nasional Ryamizard, Sang Perwira yang Tegas dan Humanis

Ryamizard, Sang Perwira yang Tegas dan Humanis

Sumbawanews.com,- Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada Ahad, 31 Mei 2026, di usia 76 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta. Kepulangan sang jenderal yang dikenal tegas namun penuh kemanusiaan itu meninggalkan duka mendalam di kalangan militer dan politik. Persemayaman jenazah di Kementerian Pertahanan menjadi tempat berkumpulnya sejumlah tokoh nasional, dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta mantan pejabat tinggi seperti Purnomo Yusgiantoro dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Agum Gumelar, mantan Menteri Perhubungan dan senior Ryamizard di tubuh TNI, mengenangnya sebagai sosok yang memadukan kegarangan dengan kelembutan. “Dia perwira tinggi yang tegas, tapi humanis. Meski wajahnya sering terkesan keras, hatinya selalu terbuka,” ujar Agum di lokasi persemayaman, Senin, 1 Juni 2026. Ia mengingat bagaimana Ryamizard, meski lebih muda, selalu menunjukkan rasa hormat kepada senior—sebuah sikap yang langka di dunia militer yang sering mengedepankan hierarki kaku. Agum, lulusan Akademi Militer 1968, mengaku belum bertemu Ryamizard sejak tahun lalu, saat sang junior masih dalam kondisi sakit. “Kami berdoa semoga beliau diterima di sisi-Nya,” kata Agum dengan suara bergetar.

Di sisi lain, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang telah mengenal Ryamizard selama puluhan tahun, menggambarkannya sebagai sosok yang tak pernah berbicara dengan basa-basi. “Beliau straight forward. Selalu menyampaikan apa adanya, tanpa filter. Itu yang membuatnya dihormati, bahkan oleh mereka yang tidak sepaham dengannya,” ujar Fadli. Bagi Fadli, kejujuran Ryamizard bukan sekadar gaya komunikasi, melainkan cerminan integritas seorang prajurit yang tak pernah mengorbankan prinsip demi kepentingan politik.

Ryamizard, lulusan Akademi Militer 1974, pernah memimpin TNI Angkatan Darat dan menjadi Menteri Pertahanan di era Joko Widodo. Karirnya dikenal penuh kontroversi, namun juga dihiasi komitmen kuat terhadap profesionalisme militer dan kedaulatan negara. Ia dikenal menolak intervensi politik dalam struktur TNI, dan kerap bersuara keras soal ancaman keamanan nasional—termasuk ketika ia menegaskan bahwa pendukung ISIS yang ingin pulang ke Indonesia harus “janji dulu” sebelum diterima kembali.

Jenazahnya akan dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan. Presiden Prabowo Subianto, yang pernah menjadi rekan sejawat Ryamizard di jajaran TNI, telah lebih dulu menghadiri prosesi persemayaman, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Dalam kepergiannya, Ryamizard meninggalkan warisan bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai simbol kesetiaan pada institusi, keberanian berbicara kebenaran, dan keteguhan dalam menjaga martabat militer di tengah arus perubahan yang tak selalu sejalan dengan nilai-nilai luhur. Ia bukan sekadar tokoh militer—ia adalah suara yang tak pernah mati, meski tubuhnya telah kembali ke tanah.

Previous articleIran Pulihkan Akses Bunker Rudal Setelah Serangan AS-Israel
Next articleJokowi Blusukan, Hasto: Ini Pertanggungjawaban, Bukan Kampanye
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik