Sumbawanews.com,- BPBD Ponorogo berhasil menyelamatkan seorang remaja berusia 15 tahun yang terjatuh ke dalam sumur sedalam 25 meter di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Jawa Timur, pada Minggu pagi (7/6/2026). Korban, bernama Abimanyu, tengah membantu ayahnya membersihkan rumah lama keluarga yang sebelumnya dikontrakkan, ketika tiba-tiba jatuh ke dalam sumur yang tidak terawasi.
Keluarga dan warga sekitar panik ketika Abimanyu tiba-tiba menghilang selama kegiatan bersih-bersih. Pencarian darurat pun dilakukan hingga akhirnya ditemukan berada di dasar sumur yang masih berisi air. Laporan kejadian masuk ke BPBD sekitar pukul 09.00 WIB, dan tim langsung diterjunkan ke lokasi.
Karena sumur memiliki diameter kurang dari satu meter, evakuasi dilakukan dengan metode vertical rescue—teknik yang memerlukan kehati-hatian ekstrem. Petugas harus turun satu per satu ke dalam sumur untuk memasang tali pengaman dan peralatan penyelamat sebelum menarik korban ke permukaan. Proses yang berlangsung sekitar satu jam itu berakhir dengan selamat: Abimanyu ditarik ke atas dalam kondisi sadar, meski mengalami luka ringan dan syok.
Setelah evakuasi, remaja itu langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lanjutan. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, insiden ini kemungkinan terjadi karena struktur lantai di sekitar sumur telah lapuk dan tidak terdeteksi, mengingat rumah tersebut lama tidak ditempati dan hanya digunakan sebagai gudang.
“Kami mengingatkan masyarakat, terutama yang melakukan perbaikan atau pembersihan di bangunan tua, untuk selalu memeriksa kondisi tanah dan struktur sekitar sumur, lubang, atau area berbahaya lainnya. Jangan sampai kecerobohan kecil berubah menjadi bencana besar,” ujar Masun.
Kejadian ini menjadi peringatan keras di tengah maraknya bangunan lama yang dibiarkan tak terawat, terutama di daerah pedesaan. Di Ponorogo sendiri, insiden serupa pernah terjadi tahun lalu, ketika seorang pelajar tewas terjatuh ke sumur tua sedalam 40 meter—sebuah tragedi yang masih menggema di kalangan warga.
BPBD Ponorogo kini berencana menggelar sosialisasi keselamatan di sekolah-sekolah dan desa-desa rawan, dengan fokus pada pencegahan kecelakaan akibat struktur bangunan yang tidak aman.

















