Sumbawanews.com,- Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada menjadi ajang perpisahan emosional bagi tiga legenda sepak bola dunia: Neymar, Cristiano Ronaldo, dan Lionel Messi. Ketiganya mengakhiri perjalanan panjang bersama timnas masing-masing di turnamen terbesar sepak bola, dengan masing-masing menyampaikan keputusan pensiun atau mengisyaratkan ini sebagai penutup karier internasionalnya.
Neymar secara resmi mengumumkan pensiun dari timnas Brasil setelah kekalahan 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar, di stadion yang sama tempat ia debut pada 2010. Dengan air mata mengalir, ia menyebut MetLife Stadium sebagai awal dan akhir ceritanya bersama Selecao. Cristiano Ronaldo, di usia 41 tahun, juga menyatakan Piala Dunia 2026 sebagai turnamen terakhirnya setelah Portugal tersingkir oleh Spanyol, dengan pernyataan jujur bahwa ia telah memberikan segalanya untuk sepak bola. Sementara itu, Lionel Messi, meski Argentina masih bertahan hingga semifinal, tampak jelas bahwa edisi ini menjadi kemungkinan terakhirnya di panggung Piala Dunia. Di usia 39 tahun, ia memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 21 gol dan mencatatkan 9 assist, melampaui catatan Diego Maradona.
Meski menghadapi tantangan fisik dan tekanan, ketiganya tetap meninggalkan jejak tak terhapuskan. Ronaldo menjadi pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berturut-turut, meski trofi juara dunia tak pernah ia raih. Neymar menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Brasil dengan 80 gol dari 130 penampilan, mengalahkan rekor Pele. Messi, yang gagal mengeksekusi dua penalti dalam turnamen ini, justru bangkit sebagai pahlawan dengan assist dan gol penentu saat Argentina mengalahkan Mesir 3-2, membuktikan bahwa kelasnya tak tergantikan oleh usia.
Perpisahan mereka bukan sekadar akhir karier, tapi penutup sebuah era. Tiga nama yang mendefinisikan dua dekade sepak bola global kini menyerahkan tongkat estafet kepada generasi muda seperti Lamine Yamal, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland. Di tengah air mata, sorak sorai, dan keheningan di lapangan, dunia sepak bola berdiri untuk mengucapkan terima kasih—sebelum layar benar-benar turun.















