Sumbawanews.com,- Pada 5 Agustus 2026, kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru meluas dengan cepat, menyasar savana di Blok Sariwani setelah sebelumnya membakar pepohonan di tebing Blok Bantengan. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat setempat terus berupaya memadamkan api dengan cara memukul-mukulkan ranting pohon berdaun ke sumber api yang merambat di padang rumput. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Probolinggo, Umar Syarif, mengonfirmasi bahwa api telah turun ke area savana dan upaya pemadaman masih berlangsung.
BMKG menyatakan bahwa Jawa Timur sedang mengalami puncak musim kemarau, dengan kondisi kekeringan ekstrem yang memperparah risiko kebakaran hutan dan lahan. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa tutupan awan yang minim menyebabkan suhu siang hari lebih panas dan malam hari lebih dingin, mempercepat pengeringan vegetasi. Data pemantauan BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Timur mengalami Hari Tanpa Hujan berturut-turut hingga lebih dari 60 hari, dengan prediksi curah hujan dasarian I Agustus 2026 tetap berada pada kriteria “Rendah” dengan peluang lebih dari 90 persen.
Video yang beredar menunjukkan asap tebal membumbung sejajar dengan permukaan savana, sementara petugas terus berjuang menghentikan rambatan api yang kian meluas. Belum ada laporan kerusakan infrastruktur atau korban jiwa.















