Sumbawanews.com,- Apple baru saja memperkenalkan teknologi bukaan lensa variabel pada iPhone 18 Pro, namun lima perangkat Android telah menggunakannya jauh lebih awal. Samsung menjadi pelopor pada 2018 dengan Galaxy S9, diikuti oleh Sony, Huawei, Xiaomi, dan Honor dalam beberapa tahun berikutnya.
Samsung pertama kali menghadirkan fitur ini pada Galaxy S9 dan S9+ pada Maret 2018, dengan pilihan bukaan f/1.5 dan f/2.4 yang meniru adaptasi mata manusia terhadap cahaya. Teknologi ini memungkinkan pengambilan foto lebih tajam dan mengurangi noise, meski akhirnya dihentikan pada generasi selanjutnya karena kompleksitas dan biaya produksi. Sony menyusul dengan Xperia Pro-I pada 2021, menggabungkan sensor 1,0 inci dan bukaan f/2.0–f/4.0 bersama kerja sama dengan ZEISS, sebelum beralih ke teknologi zoom optik kontinu. Huawei memperkenalkan Ultra Aperture XMAGE Camera pada Mate 50 Pro tahun 2022, menawarkan 10 tingkatan bukaan dan menyerap 24% lebih banyak cahaya, serta mempertahankannya hingga seri Pura 80 Ultra pada 2025. Xiaomi mengadopsi mekanisme bukaan variabel pada 13 Ultra tahun 2023, lalu menyempurnakannya menjadi stepless 10 bilah pada 14 Ultra, sebelum menghilangkannya di 15 Ultra demi mengurangi bobot dan risiko keausan. Terakhir, Honor membawa fitur ini ke Magic6 Pro pada 2024 dengan bukaan fleksibel f/1.4–f/2.0, dan hingga kini masih mempertahankannya di Magic7 Pro.
Teknologi ini memungkinkan pengguna mengatur jumlah cahaya yang masuk ke sensor secara dinamis, meningkatkan kualitas foto di berbagai kondisi pencahayaan, meski akhirnya banyak produsen memilih menghentikannya demi efisiensi desain.















