Sumbawanews.com,- Jakarta — Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla di Istana Merdeka, Kamis (11/6/2026), dalam pertemuan tertutup yang membahas dua isu strategis: ketahanan energi nasional dan peran Indonesia dalam menjaga stabilitas perdamaian dunia. Pertemuan ini menandai kembali kolaborasi antara pemimpin lama dan baru dalam membangun visi strategis bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Dalam diskusi yang berlangsung selama lebih dari dua jam, Jusuf Kalla, yang dikenal sebagai arsitek diplomasi perdamaian dan pengusaha energi berpengalaman, menyampaikan sejumlah rekomendasi berbasis pengalaman lapangan, termasuk percepatan pengembangan energi terbarukan dan penguatan jaringan kerja sama energi dengan negara-negara kunci di Asia dan Afrika. Ia juga menekankan pentingnya peran Indonesia sebagai mediator netral dalam konflik regional, khususnya terkait ketegangan di Timur Tengah yang berdampak langsung pada keamanan pasokan energi global.
Presiden Prabowo, yang sebelumnya telah menetapkan target swasembada energi dalam tiga tahun, menyambut baik masukan dari Kalla dan menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan tokoh masyarakat dalam mewujudkan kedaulatan energi. Ia juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar melalui investasi besar-besaran di sektor hidrogen hijau, energi surya, dan pengembangan infrastruktur penyimpanan energi.
Selain itu, Kalla mengingatkan pentingnya diplomasi aktif Indonesia di kancah internasional, terutama dalam konteks konflik yang memicu gangguan jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz. Ia menilai, tawaran Indonesia untuk menjadi mediator dalam ketegangan AS-Iran—yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo—masih relevan dan perlu didukung secara konsisten oleh seluruh lini pemerintahan.
Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut adalah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, sementara Jusuf Kalla didampingi oleh CEO Kalla Grup, Solihin Kalla, dan Mensesneg Prasetyo Hadi. Setelah pertemuan, Kalla memberi keterangan singkat kepada awak media bahwa dialog berlangsung “sangat konstruktif dan penuh keakraban,” menunjukkan kepercayaan yang terus terjaga antar generasi pemimpin bangsa.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi politik, melainkan langkah nyata dalam membangun konsensus nasional untuk menghadapi tantangan energi dan keamanan global yang semakin mengancam stabilitas ekonomi dan sosial Indonesia. Dengan kehadiran tokoh sekaliber Jusuf Kalla, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kebijakan strategis tidak dibangun dalam ruang hampa, melainkan melalui dialog berkelanjutan dengan para pemikir dan pelaku sejarah bangsa.

















