Home Berita Nasional Prabowo Lanjutkan Diplomasi Eropa ke Austria dan Hungaria

Prabowo Lanjutkan Diplomasi Eropa ke Austria dan Hungaria

Sumbawanews.com,- Setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan di Prancis, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan perjalanan diplomatiknya ke Austria dan Hungaria, menutup rangkaian tiga negara Eropa dalam satu bulan terakhir. Kunjungan ini bukan sekadar ritual protokoler, melainkan strategi sistematis untuk mengamankan posisi Indonesia di peta industri global dan keamanan strategis.

Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso menegaskan, ketiga negara tersebut dipilih berdasarkan keunggulan spesifik masing-masing. Prancis, sebagai kekuatan militer dan teknologi terkemuka di Eropa Barat, menjadi mitra utama dalam akses teknologi pertahanan canggih yang tidak tersedia bagi sembarang negara. Kunjungan Presiden Prabowo ke Istana Élysée pada 28 Mei 2026—yang merupakan kali ketiga dalam lima bulan—ditekankan sebagai upaya membangun kepercayaan tingkat tinggi dengan Presiden Emmanuel Macron, khususnya terkait kerja sama pertahanan, energi bersih, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia–Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

“Ini bukan soal membeli senjata, tapi mengakses teknologi yang tidak dijual bebas,” ujar Sugiat. “Prabowo ingin Indonesia tidak menjadi pengikut, tapi mitra setara—bukan di bawah bayang-bayang AS maupun China.”

Di Austria, fokus bergeser ke sektor manufaktur presisi Eropa Tengah. Negara ini menjadi pintu masuk bagi transfer teknologi industri tingkat tinggi yang bisa mendukung hilirisasi sumber daya alam Indonesia, terutama nikel. Sementara Hungaria, yang kini menjadi pusat produksi baterai kendaraan listrik di Eropa, menjadi kunci strategis dalam rantai pasok global. Dengan menyimpan sekitar 65 persen cadangan nikel dunia, Indonesia berada di posisi ideal untuk menjadi pemasok bahan baku utama bagi industri EV Eropa—dan kunjungan ke Budapest adalah upaya mengunci posisi itu sejak dini.

Sugiat menekankan, hasil dari diplomasi ini tidak bisa diukur dalam hitungan minggu. Transfer teknologi, pembangunan kepercayaan, dan pengikatan investasi jangka panjang adalah proses berjenjang yang baru akan membuahkan hasil nyata dalam beberapa tahun mendatang. “Menilai diplomasi hanya dari hasil sesaat adalah cara berpikir yang dangkal,” tegasnya.

Dalam pernyataan bersama Macron, Prabowo menegaskan hubungan Indonesia-Prancis berada pada titik terbaik dalam sejarah bilateral. Keduanya sepakat memperdalam kerja sama di bidang riset, pendidikan, dan transisi energi. Kunjungan ini juga menandai komitmen Indonesia untuk menjaga kemandirian kebijakan luar negeri, sekaligus memperluas jaringan kemitraan di luar blok tradisional.

Dengan langkah ini, Prabowo tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di pentas global—ia juga menunjukkan bahwa diplomasi modern bukan sekadar pertemuan tingkat tinggi, tapi permainan peta kekuatan ekonomi dan teknologi yang harus dimainkan dengan presisi, kesabaran, dan visi jangka panjang.

Previous articleTransJ Kembali Normal Usai Jalan Amblas Ditutup Pelat Baja
Next articlePengadilan Australia Tetapkan Sidang Banding “Pembunuh Jamur”
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik