Sumbawanews.com,- Di tengah gemuruh takbir Idul Adha 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menyalurkan 579 hewan kurban—327 sapi dan 252 kambing—ke seluruh penjuru provinsi, dari pusat kota hingga desa-desa terpencil yang sulit dijangkau. Aksi ini bukan sekadar ritual tahunan, tapi bentuk nyata kehadiran polisi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat.
Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho memulai rangkaian penyaluran secara simbolis di Masjid Al Aman, Kompleks Pakri, Palembang, usai pelaksanaan Shalat Id. Di hadapan ratusan jemaah, ia menekankan bahwa kurban adalah sarana meruntuhkan sekat—bukan hanya antarmanusia, tapi juga antara institusi dan rakyat. “Kepolisian bukanlah pihak yang berjarak. Kami hadir sebagai saudara, bukan hanya penjaga ketertiban,” ujar Sandi.
Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Sudrajad Hariwibowo, menjelaskan bahwa distribusi hewan kurban dirancang dengan presisi. Selain menyalurkan hewan hidup ke pondok pesantren, masjid, dan panti asuhan, ribuan kupon daging dibagikan langsung kepada mereka yang sering terlupakan: Pekerja Harian Lepas, petugas kebersihan, hingga pedagang kantin di lingkungan kantor polisi. “Ini bentuk syukur kami atas kerja keras mereka yang tak pernah dipublikasikan,” katanya.
Di ujung barat laut Sumatera Selatan, di Desa Karang Anyar, Kabupaten Musi Rawas Utara, hewan kurban diserahkan langsung kepada Kepala Desa Martono untuk dibagikan kepada warga yang belum pernah merasakan daging kurban dalam bertahun-tahun. Di wilayah pegunungan Ogan Komering Ulu Selatan, tim distribusi menempuh perjalanan berjam-jam untuk sampai ke Pondok Pesantren Al Ittifaqiah di Kuripan, membawa daging kurban sekaligus semangat kebersamaan.
Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa aksi ini adalah kelanjutan dari komitmen institusi untuk tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga mengayomi. “Idul Adha mengajarkan kita tentang pengorbanan. Kami ingin menunjukkan bahwa pengabdian kami juga berarti berbagi—tanpa syarat, tanpa jarak,” ujarnya.
Dengan jangkauan yang menyentuh hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumsel, upaya ini bukan hanya membagikan daging, tapi juga harapan. Di setiap desa yang dilalui, senyum warga yang menerima kupon daging menjadi bukti bahwa kehadiran polisi tidak hanya terasa di jalan raya, tapi juga di meja makan keluarga miskin, di sudut-sudut pelosok yang tak pernah terdengar suaranya.
Dalam setiap potongan daging yang disalurkan, tersirat pesan yang lebih dalam: bahwa keadilan tidak hanya soal hukum, tapi juga soal kepedulian yang tak pernah berhenti.















