Home Berita Nasional Pemain Golf Amuk Caddy di Tangerang, Luka di Wajah dan Kepala

Pemain Golf Amuk Caddy di Tangerang, Luka di Wajah dan Kepala

Sumbawanews.com,- Seorang caddy wanita menjadi korban kekerasan fisik oleh seorang pemain golf di Lapangan Golf Modernland, Tangerang, pada Selasa malam, 23 Juni 2026. Kejadian yang terekam kamera pengawas itu memicu kehebohan di media sosial dan kini sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Metro Tangerang.

Korban, yang belum diidentifikasi namanya, mengalami luka robek di bagian kepala serta memar dan lebam di kening, pipi, dan bibir akibat serangan fisik yang diduga bermotif persoalan pribadi. Menurut keterangan Plt Kasihumas Polres Metro Tangerang, AKP Iwan, korban telah menjalani pemeriksaan medis dan visum et repertum untuk mendukung proses hukum. Tim penyidik juga telah mengamankan rekaman CCTV sebagai alat bukti utama, serta memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.

Insiden ini terjadi di tengah lingkungan yang biasanya identik dengan ketenangan dan kesopanan—lapangan golf. Namun, kekerasan yang terjadi justru mengejutkan masyarakat, terutama setelah rekaman video yang menunjukkan adegan penganiayaan tersebar luas di platform digital. Warga dan aktivis sosial pun mulai menyoroti kondisi kerja para caddy, yang sering kali menjadi pihak paling rentan dalam hubungan hierarkis di dunia golf.

Polisi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengabaikan laporan ini, meskipun pelaku masih dalam proses identifikasi. “Kami sedang mendalami semua bukti, termasuk riwayat interaksi antara korban dan terlapor. Tidak ada ruang bagi kekerasan, apa pun latar belakangnya,” tegas AKP Iwan.

Kejadian ini mengingatkan kembali betapa rapuhnya perlindungan terhadap pekerja informal, terutama di sektor yang dianggap “elit”. Caddy, meski menjadi tulang punggung operasional lapangan golf, sering kali tidak mendapat pengakuan layak—baik secara sosial maupun hukum. Kasus ini menjadi titik balik penting untuk meninjau ulang standar perlindungan dan etika kerja di industri rekreasi bergengsi.

Saat ini, penyidik masih menunggu hasil analisis forensik dan rekaman CCTV untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Masyarakat menanti kejelasan, sekaligus berharap kasus ini tidak berhenti di tindakan hukum semata, tapi menjadi awal dari perubahan sistemik yang memberi keadilan bagi para pekerja di balik layar.

Previous articlePilkades Serentak 2026 di Sumbawa Barat Digelar 25 Oktober
Next articleBelanda Tancap Gas, Tunisia Siap Jadi Tumbal di Piala Dunia 2026