Home Berita Nasional Pangkalan Militer Asing Bertentangan dengan Jiwa Kemerdekaan

Pangkalan Militer Asing Bertentangan dengan Jiwa Kemerdekaan

Sumbawanews.com,- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa keberadaan pangkalan militer asing di wilayah Indonesia bertentangan dengan sejarah dan semangat pendirian Republik ini. Pernyataan itu disampaikannya dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, pada 1 Juni 2026.

Hasto menekankan bahwa kredibilitas Indonesia di kancah internasional tidak dibangun dari anggaran belanja alutsista yang besar, melainkan dari kontribusi ideologis dalam membentuk tata dunia yang lebih adil. Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah menjadi poros gerakan anti-neokolonialisme melalui Konferensi Asia-Afrika, Gerakan Non-Blok, hingga Konferensi Anti-Pangkalan Militer Asing—sebuah warisan yang menjadikan Pancasila bukan sekadar ideologi domestik, tapi panduan geopolitik global.

“Kalau ada yang berpikir Indonesia boleh menjadi pangkalan militer asing, itu bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan Republik ini,” tegas Hasto. Ia mencontohkan Dasasila Bandung yang menjadi inspirasi perjuangan kemerdekaan di Asia, Afrika, dan Amerika Latin, serta berperan mengubah tatanan dunia yang bipolar menjadi multipolar.

Pernyataan ini muncul di tengah rencana pemerintah yang sedang mempertimbangkan tawaran dari Amerika Serikat untuk menjadikan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, sebagai pusat perawatan pesawat C-130 Hercules di kawasan Asia. Tawaran ini disampaikan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kepada Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat pertemuan di Pentagon pada April 2026.

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin, yang juga dari fraksi PDIP, meminta pemerintah berhati-hati. Menurutnya, kerja sama ini bukan sekadar proyek industri penerbangan biasa, melainkan memiliki dimensi strategis yang menyentuh kedaulatan negara. “Keputusan ini harus diambil dengan transparan, dikaji secara menyeluruh, dan tidak boleh mengorbankan prinsip dasar negara kita,” ujarnya.

Hasto menutup pidatonya dengan mengingatkan bahwa kekuatan Indonesia sejati terletak pada kemampuannya memimpin lewat gagasan, bukan lewat kehadiran pasukan asing. “Kita memimpin bukan karena punya pangkalan, tapi karena punya prinsip. Bukan karena punya senjata, tapi karena punya cita-cita,” katanya.

Previous articlePerang Tanpa Peluru: AI di Ponsel Anda Menggerogoti Demokrasi
Next articlePrabowo: Pertumbuhan Ekonomi, Sudah Merata untuk Rakyat?
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik