Home Berita Nasional Padang Perkuat Branding Kota Gastronomi Dunia Lewat UFF

Padang Perkuat Branding Kota Gastronomi Dunia Lewat UFF

Sumbawanews.com,- Jakarta – Walikota Padang, Hendri Septa, menjadi keynote speaker di Ubud Food Festival (UFF) 2026 di Bali, membawa misi strategis: memperkenalkan kekayaan kuliner Minangkabau sebagai bagian dari jaringan gastronomi global. Dalam pidatonya di hadapan puluhan chef, pengusaha kuliner, dan diplomat dari 30 negara, Hendri menekankan bahwa Padang bukan sekadar kota dengan rendang dan sambal, tapi pusat budaya makan yang telah berkembang selama berabad-abad melalui perdagangan, migrasi, dan adaptasi budaya.

“Rendang bukan sekadar hidangan. Ia adalah narasi sejarah, simbol ketahanan, dan ekspresi kebersamaan,” ujar Hendri, mengutip filosofi makanan Minang yang mengajarkan kesabaran, kearifan lokal, dan keberlanjutan. Ia menjabarkan bagaimana tradisi masak rendang yang memakan waktu berjam-jam, menggunakan rempah asli dari dataran tinggi Sumatera Barat, telah menjadi warisan tak benda yang diakui UNESCO.

Pemerintah Kota Padang, lanjutnya, sedang membangun ekosistem kuliner berkelanjutan yang menghubungkan petani rempah, nelayan ikan laut, pengrajin alat masak tradisional, hingga pelaku pariwisata. Program “Padang Culinary Corridor” yang diluncurkan tahun ini menargetkan 50 titik kuliner autentik yang terstandarisasi, dilengkapi sistem pelacakan asal bahan dan sertifikasi kehalalan internasional.

Kehadiran Padang di UFF bukan sekadar promosi, tapi bagian dari upaya sistematis menjadikan kota ini sebagai anggota jaringan “Global Culinary Cities” yang diprakarsai UNESCO dan World Travel & Tourism Council. Sebelumnya, Padang telah masuk dalam daftar “100 World’s Best Food Cities” versi Time Out dan menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang diundang secara khusus oleh juri UFF untuk menyajikan kuliner tradisional dalam sesi “Slow Food Heritage”.

“Kami tidak ingin hanya jadi tujuan wisata kuliner. Kami ingin menjadi pusat pemikiran tentang bagaimana makanan bisa menjadi alat diplomasi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal,” tegas Hendri, yang didampingi oleh 12 chef lokal dan 30 pelaku UMKM kuliner dari berbagai kecamatan di Sumatera Barat.

Dalam kesempatan itu, Pemkot Padang juga menandatangani nota kesepahaman dengan sejumlah institusi kuliner internasional, termasuk Le Cordon Bleu Asia dan Slow Food International, untuk program pelatihan chef muda, riset kuliner berbasis komunitas, dan pengembangan kampung kuliner berkelanjutan.

Kehadiran Padang di UFF 2026 menandai babak baru dalam diplomasi gastronomi Indonesia. Jika sebelumnya Bali dan Yogyakarta menjadi wajah kuliner nusantara di kancah global, kini Padang tampil sebagai kota yang tidak hanya menawarkan rasa, tapi juga narasi mendalam tentang identitas, keberlanjutan, dan kearifan lokal yang tak ternilai harganya.

Previous articleBareskrim Geledah Kantor dan Gudang PT MMS Terkait Manipulasi Ekspor Sawit
Next articleRusia Siapkan Serangan Besar, Zelenskyy Minta Dukungan Darurat
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik