Sumbawanews.com,- Menteri Sosial Gus Ipul menegaskan bahwa empati dan integritas menjadi fondasi utama dalam pengelolaan Sekolah Rakyat, dalam pembekalan kepada 26 kepala sekolah baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (6/7/2026). Ia menekankan bahwa sekolah tidak hanya bertanggung jawab atas kemajuan akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter, kepedulian sosial, dan perlindungan terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu yang sering putus sekolah selama dua hingga tiga tahun. Dalam arahannya, Gus Ipul menuntut penanganan aduan yang prosedural, larangan tegas terhadap kekerasan fisik, seksual, dan intoleransi, serta penegakan standar mutu yang seragam di seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia.
Gus Ipul meminta seluruh kepala sekolah memahami kurikulum multi-entry dan multi-exit yang mengakomodasi perbedaan usia dan kemampuan siswa, serta menekankan bahwa pengelolaan anggaran dan aset harus transparan dan bebas korupsi. Ia menegaskan, “Jangan kotori program mulia Presiden ini dengan korupsi dan praktik penyimpangan. Integritas adalah syarat, bukan pelengkap.” Ia juga menginstruksikan kemitraan dengan Taruna Nusantara untuk memperkuat tata kelola asrama sekolah. Dalam kesempatan itu, ia berdialog dengan ibu tunggal Retno Mariani, yang berharap putranya yang belum bisa membaca dapat meraih masa depan lewat Sekolah Rakyat.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyambut hangat kehadiran Sekolah Rakyat di wilayah termiskin di Yogyakarta itu, menilai program ini sebagai harapan memutus mata rantai kemiskinan. Acara yang dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico dan jajaran pejabat tinggi Kemensos serta Forkopimda setempat, dimeriahkan atraksi siswa berupa baris-berbaris, silat, karate, dan pidato dalam tiga bahasa asing—Arab, Inggris, dan Jepang—serta penampilan paduan suara yang mengharukan.














