Sumbawanews.com,- Cimahi — Seorang bocah berusia 13 tahun harus dilarikan ke rumah sakit setelah lengan kirinya tertancap kuat di pagar besi runcing saat mengejar layangan putus di Jalan Cempaka, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat. Kejadian memilukan itu terjadi pada sore hari, sekitar pukul 17.15 WIB, ketika bocah berinisial F itu berlari mengejar layangan yang terlepas dari kendali dan melayang ke halaman rumah warga.
Saat mengejar layangan, korban memanjat pagar rumah yang ujungnya berbentuk seperti tombak. Tanpa sadar, lengan kirinya tersangkut dan menusuk hingga kedalaman yang membahayakan. Ia terjebak dalam posisi berdiri, lemas, dan berdarah, namun tidak dalam kondisi kritis. Warga sekitar yang panik tidak berani mencoba menariknya keluar, khawatir justru memperparah luka.
Petugas Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi yang tiba di lokasi langsung mengambil tindakan hati-hati. Dengan peralatan pemotong logam, mereka memotong bagian pagar yang menembus lengan korban, sebelum akhirnya mengevakuasi bocah itu ke fasilitas kesehatan terdekat. Tim medis pun langsung memberikan penanganan awal untuk mengatasi syok dan luka tusuk yang dialaminya.
“Korban dalam keadaan syok, tapi tidak mengalami perdarahan masif. Yang paling krusial adalah posisi besinya yang menancap dalam dan berbahaya jika ditarik sembarangan,” ujar Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, kepada media.
Kejadian ini kembali mengingatkan bahaya tak terduga yang bisa muncul dari aktivitas sehari-hari, terutama di kalangan anak-anak. Layangan, yang biasa dianggap sebagai permainan tradisional yang tak berbahaya, ternyata bisa berubah menjadi bencana ketika tidak diawasi atau dimainkan di dekat struktur berbahaya seperti pagar besi runcing, tiang listrik, atau jalan raya.
Pihak keluarga korban mengaku tidak mengetahui bahwa anaknya bermain layangan hingga jauh dari rumah. Mereka pun berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua orang tua dan masyarakat untuk lebih waspada terhadap lingkungan berpotensi bahaya di sekitar tempat bermain anak.
Sementara itu, otoritas setempat mulai mempertimbangkan langkah preventif, termasuk sosialisasi keselamatan bermain layangan dan pemasangan pelindung pada pagar-pagar berujung tajam di area pemukiman padat. Sebab, kasus serupa pernah terjadi di Bone, Sulawesi Selatan, dan beberapa daerah lain, di mana anak-anak mengalami luka serius akibat kecelakaan serupa.
Kini, bocah itu dalam kondisi stabil dan menjalani pemulihan di rumah sakit. Namun, trauma fisik dan psikologis yang dialaminya mungkin akan memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh sepenuhnya.

















