Home Berita Nasional Komandan OPM dan Tujuh Anak Buahnya Kembali ke NKRI

Komandan OPM dan Tujuh Anak Buahnya Kembali ke NKRI

Sumbawanews.com,- Kupel Ngalum Oksibil, mantan komandan Batalion Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) di Kodap XV, bersama tujuh anggotanya secara resmi kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam sebuah momen yang penuh simbolisme, mereka menyerahkan lima pucuk senjata api milik kelompok bersenjata itu kepada TNI di Lapangan Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Didampingi keluarga, tokoh adat, pemimpin agama, dan kepala distrik, serta ratusan warga setempat, Kupel Ngalum dan rombongannya melepaskan seluruh atribut dan identitas organisasi separatis yang selama ini mereka sandang. Dengan suara tegas, mereka mengucapkan ikrar setia kepada NKRI, menegaskan komitmen baru untuk hidup sebagai warga negara yang taat hukum dan berkontribusi bagi perdamaian di tanah Papua.

Penerimaan senjata dan ikrar setia itu dilakukan langsung oleh Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto. Dalam keterangan persnya, Brigjen Riyanto menyatakan kegembiraannya atas keputusan tersebut. “Ini bukan sekadar penyerahan senjata, tapi kembalinya anak-anak bangsa ke pelukan Ibu Pertiwi. Kami menyambut mereka dengan tangan terbuka, karena perdamaian tidak bisa dibangun hanya dengan senjata, tapi dengan hati yang mau kembali,” ujarnya.

Kehadiran mereka di Kiwirok bukanlah insiden terpisah, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dan TNI untuk mendorong proses rekonsiliasi melalui pendekatan humanis. Sebelumnya, sejumlah tokoh OPM telah mengikuti program reintegrasi serupa, namun keputusan Kupel Ngalum — yang dikenal sebagai salah satu figur militer paling berpengaruh di wilayah Pegunungan Bintang — dianggap sebagai tonggak penting dalam upaya menyelesaikan konflik bersenjata di Papua.

Warga setempat menyambut kedatangan mereka dengan doa dan sorak-sorai. Tokoh adat setempat, yang ikut menyaksikan prosesi itu, mengatakan bahwa langkah ini membuka harapan baru bagi generasi muda Papua yang selama ini terjebak dalam siklus kekerasan. “Kami tidak lagi melihat mereka sebagai musuh. Mereka adalah anak-anak kami yang sempat tersesat, dan kini kembali ke jalan yang benar,” ujar salah seorang kepala suku.

Pemerintah melalui TNI dan aparat keamanan terus mendorong program “Pulang ke Ibu Pertiwi” yang menawarkan jalan damai bagi anggota kelompok bersenjata yang bersedia meletakkan senjata. Program ini mencakup bantuan sosial, pelatihan keterampilan, dan reintegration sosial-ekonomi, yang kini mulai menunjukkan hasil nyata di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi basis aktifitas OPM.

Dengan kembalinya Kupel Ngalum dan tujuh orang pengikutnya, pemerintah menegaskan bahwa kekuatan sejati bukanlah pada senjata, tapi pada keberanian untuk memilih perdamaian. Di tengah tantangan yang masih panjang, langkah ini menjadi bukti bahwa dialog, penghargaan terhadap martabat manusia, dan kehadiran negara yang hadir di hati rakyat, tetap menjadi jalan terbaik untuk mengakhiri konflik.

Previous articlePrabowo Luncurkan Program 5.000 Desa Nelayan, 1.300 Desa Tahun Ini
Next articleMaling Kirim Surat Maaf, Cicil Uang Curian Rp200 Ribu
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.