Sumbawanews.com,- Jakarta – Hendro Prasetyo (24) membagikan pengalaman mencekam saat ditahan tentara Israel usai kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat. Aktivis asal Indonesia ini mengaku mengalami berbagai penyiksaan fisik dan mental selama dalam tahanan.
“Disetrum adalah penyiksaan yang paling menyakitkan buat saya,” ungkap Hendro saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (24/5/2026). Ia menceritakan, penyiksaan dimulai sejak kapal mereka diintervensi oleh tentara Israel.
Sebelum penangkapan, Hendro dan rekan-rekannya sempat membuang alat komunikasi setelah melihat drone Israel memantau pergerakan kapal. Mereka kemudian dipaksa masuk ke kontainer kapal tanpa perlawanan.
Di penjara, Hendro memilih mogok makan sebagai bentuk protes. “Kami curiga apakah ada racun dalam makanan yang diberikan,” katanya. Ia hanya minum air untuk menghindari dehidrasi.
Selain disetrum, Hendro juga mengalami pemukulan, penonjokan, dan diinjak oleh tentara Israel. “Suara ledakan bom sengaja dibuat untuk meneror kami, bahkan saat waktu makan,” tambahnya.
Meski misi kemanusiaan gagal mencapai Gaza, Hendro bertekad terus menyuarakan dukungan untuk Palestina. “Perjuangan belum selesai,” tegasnya.
Menteri Luar Negeri Sugiono yang menyambut kedatangan 9 WNI ini mengecam keras tindakan Israel. “Ini pelanggaran hukum internasional terhadap masyarakat sipil yang membawa bantuan kemanusiaan,” ujarnya.















