Sumbawanews.com,- Mantan Presiden Joko Widodo menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, mantan Menteri Pertahanan yang meninggal dunia pada usia 76 tahun di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada Ahad, 31 Mei 2026. Pemakaman militer berlangsung Senin, 1 Juni 2026, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Dalam kesempatan itu, Jokowi mengenang Ryamizard sebagai sosok militer yang langka: sederhana dalam gaya hidup, tegas dalam keputusan, dan berani dalam menjalankan amanah. “Beliau bukan hanya pemimpin, tapi teladan yang menjalankan tugas negara tanpa embel-embel kepentingan pribadi,” ujar Jokowi saat ditemui di Solo.
Ryamizard, lulusan Akademi Militer 1974, mengawali karier di jajaran infanteri dan banyak terlibat dalam operasi militer di Timor Timur dan Kalimantan pada awal masa pengabdiannya. Karier militernya menanjak pesat: dari Komandan Brigade, Pangdam, hingga Pangkostrad pada 2000–2002. Puncaknya ketika ia diangkat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada 2002 di era Presiden Megawati, jabatan yang diembannya hingga 2005.
Tak hanya berkiprah di dalam negeri, Ryamizard juga pernah memimpin Kontingen Garuda XXI-B dalam misi perdamaian PBB di Kamboja pada 1992—bukti komitmennya terhadap perdamaian global. Setelah pensiun dari militer, ia tetap aktif dalam diskursus pertahanan nasional, hingga akhirnya dipilih Jokowi sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Kerja 2014–2019. Di kementerian itu, ia menjadi sosok penjaga kemandirian pertahanan, mengawal sejumlah kebijakan strategis yang mengurangi ketergantungan pada impor alutsista.
Jokowi menekankan, kontribusi Ryamizard tak hanya terukur dalam kebijakan, tapi juga dalam karakter. “Ia tidak pernah mencari sorotan, tapi selalu ada di garis depan ketika negara membutuhkan keberanian.” Ucapan itu disampaikan Jokowi dengan nada yang terasa tulus, sekaligus penuh penghormatan.
Pemimpin yang dikenal keras kepala namun jujur itu meninggalkan warisan berupa prinsip: bahwa kekuatan negara bukan hanya pada senjata, tapi pada integritas para pemimpinnya. Jokowi berdoa agar amal ibadah Ryamizard diterima di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Ryamizard bukan sekadar tokoh militer. Ia adalah simbol dari generasi lama yang mengedepankan kesetiaan pada negara di atas segalanya—tanpa gembar-gembor, tanpa pencitraan, hanya dengan tindakan yang konsisten dan tanpa kompromi.















