Sumbawanews.com,- Jenazah mantan Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, tiba di Kementerian Pertahanan pada Senin pagi, 1 Juni 2026, sekitar pukul 07.37 WIB. Dalam iring-iringan yang dipenuhi kesedihan, peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih diturunkan dari mobil jenazah berwarna putih di halaman depan Gedung Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Peti itu kemudian dipikul oleh sejumlah prajurit TNI dengan penuh khidmat, menuju Aula Bhinneka Tunggal Ika, tempat jenazah akan disemayamkan sebelum diberangkatkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Upacara penghormatan terakhir digelar di aula tersebut, sebagai bentuk penghormatan terakhir dari institusi yang pernah ia pimpin selama masa jabatannya sebagai Menhan. Prosesi ini menjadi simbol pengakuan negara atas dedikasi seorang perwira tinggi yang karir militernya membentang lebih dari empat dekade, dari pangkat letnan hingga menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di jajaran kepemimpinan TNI dan Kementerian Pertahanan.
Sebelum dimakamkan secara militer di TMP Kalibata, jenazah Ryamizard akan dikenang oleh keluarga besar TNI, pejabat pemerintah, hingga tokoh masyarakat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sendiri akan memimpin upacara pemakaman militer yang rencananya berlangsung siang hari, menandai akhir perjalanan seorang prajurit sejati yang tak pernah meninggalkan panggilan kehormatan.
Ryamizard, yang dikenal tegas, berani, dan penuh integritas, meninggal dunia pada Minggu malam, 31 Mei 2026, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, setelah menjalani perawatan medis. Kepemimpinannya di Kemhan, yang berlangsung dari 2014 hingga 2019, dikenang sebagai masa di mana reformasi struktural TNI diperkuat dan kemandirian industri pertahanan nasional mulai digaungkan.
Kini, di ruang yang pernah ia injak sebagai menteri, jenazahnya kembali berada di pusat kekuasaan pertahanan negara—bukan sebagai pemimpin, tapi sebagai pahlawan yang akan dikenang selamanya.















