Home Berita Nasional Oso Kenang Sahabat Sejati Ryamizard Ryacudu

Oso Kenang Sahabat Sejati Ryamizard Ryacudu

Sumbawanews.com,- Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) tiba-tiba meninggalkan perjalanan panjangnya dari Kalimantan dan Bandung demi menghadiri prosesi takziah di kediaman almarhum Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu di Cikeas, Bogor. Kedatangannya bukan sekadar bentuk penghormatan resmi, tapi perpisahan mendalam seorang sahabat yang telah berbagi lika-liku hidup selama enam dekade.

Di tengah suasana duka yang memenuhi rumah duka, Oso mengenang sosok Ryamizard bukan sebagai mantan Menteri Pertahanan atau tokoh militer nasional, tapi sebagai “Mijar”—panggilan akrab yang hanya ia dan segelintir orang yang pernah mengenalnya sejak muda. “Saya kenal dia sejak belum jadi tentara,” ujar Oso, suara terhenti sesaat. “Di Pontianak, dia sudah pakai baju loreng, bawa senjata. Pemberani sejak dulu.”

Persahabatan mereka berakar di kota kecil di Kalimantan Barat, jauh sebelum Ryamizard menjadi salah satu jenderal paling disegani di Indonesia. Oso menggambarkan temannya itu sebagai sosok yang selektif dalam berteman, tapi jika sudah memilih, maka kesetiaannya tak tergoyahkan. “Dia tidak gampang berteman. Tapi kalau sudah sahabat, dia setia sampai mati.”

Kedekatan itu bukan hanya soal ikatan profesional atau kepentingan politik. Oso mengaku mengenal seluruh keluarga Ryamizard—adik-adiknya, istrinya, anak-anaknya—sebagai bagian dari keluarganya sendiri. “Saya kenal Riamor, adiknya. Saya merasa kehilangan. Bukan hanya kehilangan seorang tokoh, tapi kehilangan sahabat yang mengerti saya tanpa perlu bicara.”

Meski tak bisa memastikan penyakit yang membawa Ryamizard pergi, Oso menegaskan bahwa yang tersisa bukanlah catatan jabatan atau prestasi militer, tapi kenangan-kenangan kecil yang tak tergantikan: tawa di sela latihan, diamnya yang penuh makna, dan ketegasan yang tak pernah berubah meski dunia berubah.

“Semua kita akan kembali kepada-Nya,” ucap Oso, menutup perbincangan dengan doa yang menggema. “Semoga beliau ditempatkan di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala. Amin, amin, amin.”

Kehilangan Ryamizard Ryacudu bukan hanya duka bagi keluarga atau institusi militer. Bagi Oso, ini adalah akhir dari sebuah babak hidup yang dimulai di jalan-jalan Pontianak, bertahan melalui gelombang sejarah, dan berakhir di rumah yang sama tempat mereka dulu berjanji untuk tetap setia—pada persahabatan, pada prinsip, pada tanah air.

Previous articleMilk Donasi Tiba di Kuba Amid Krisis Pangan Memburuk
Next articleJenazah Ryamizard Ryacudu Disemayamkan di Kemhan Sebelum Dimakamkan di TMP Kalibata
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik