Home Berita Nasional Dua Prajurit Malaysia Terluka di Lebanon

Dua Prajurit Malaysia Terluka di Lebanon

Sumbawanews.com,- Dua prajurit Malaysia dari pasukan penjaga perdamaian UNIFIL mengalami luka ringan akibat serangan di Lebanon Selatan, Kamis (11/6/2026). Insiden terjadi ketika konvoi logistik mereka dilewati serangan di dekat desa Haris, mengakibatkan dua kendaraan rusak dan personel terluka.

Jurubicara PBB, Stéphane Dujarric, mengonfirmasi bahwa kedua prajurit tersebut telah dievakuasi ke pangkalan terdekat dan dalam kondisi stabil. “Mereka menerima perawatan medis segera, dan tidak ada yang mengalami luka serius,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Jumat (12/6).

UNIFIL menyatakan akan menyelidiki sepenuhnya sumber dan sifat serangan tersebut. Meski belum ada pihak yang mengklaim tanggung jawab, insiden ini terjadi dalam konteks ketegangan berkelanjutan di wilayah perbatasan selatan Lebanon, tempat Hezbollah terus melancarkan serangan roket dan drone terhadap Israel, sementara Israel merespons dengan serangan udara dan darat yang intensif.

Konflik ini berlangsung sejak Maret 2026, menyusul serangan balasan Hezbollah terhadap target Israel, yang memicu gelombang serangan balasan dari Tel Aviv ke seluruh Lebanon selatan dan timur. Meskipun gencatan senjata yang dimediasi AS disepakati pada 16 April lalu, pelanggaran harian terus terjadi, membuat pasukan perdamaian—termasuk dari Malaysia, Indonesia, dan negara-negara lain—menjadi sasaran tidak langsung dalam konflik yang tak kunjung reda.

Sebelumnya, pada April 2026, UNIFIL telah mengingatkan bahwa serangan terhadap personel perdamaian dapat dianggap sebagai kejahatan perang sesuai hukum internasional. Dalam sebulan terakhir, setidaknya enam personel PBB telah gugur di Lebanon, menjadikan misi ini salah satu yang paling berisiko di dunia.

Pemerintah Malaysia telah menyampaikan duka cita atas insiden ini dan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam misi perdamaian PBB, meski risiko semakin meningkat. Sementara itu, PBB menyerukan perlindungan segera bagi semua personel penjaga perdamaian, menekankan bahwa mereka bukan target, melainkan penjaga stabilitas di tengah kekacauan.

Previous articleMahasiswa UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Tuntut Perubahan Nyata
Next articleWalhi Tolak PLTSa: Solusi Sampah atau Perpanjangan Krisis?
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.