Sumbawanews.com,- Tim Pengawas DPR mengungkapkan masih banyaknya jemaah haji Indonesia dengan kondisi demensia yang berhasil lolos skrining kesehatan. Hal ini disoroti setelah seorang jemaah lanjut usia asal Indonesia ditemukan meninggal setelah hilang selama sepekan di Makkah, Arab Saudi.
Anggota Timwas Haji DPR Muhammad Husni menyatakan kasus ini menjadi catatan penting bagi Kementerian Haji dan Umrah. Ia menekankan pentingnya memperketat skrining kesehatan calon jemaah haji, terutama terkait kemampuan fisik dan mental.
Jemaah yang meninggal, Muhammad Firdaus (72), dilaporkan hilang sejak 15 Mei 2026 dari hotelnya di Mekkah. Ia ditemukan dalam kondisi wafat di Jabal Kuday pada 22 Mei 2026 oleh patroli tentara Arab Saudi. Firdaus diketahui keluar dari hotel tanpa membawa identitas dan hanya mengenakan gelang haji.
Kementerian Haji dan Umrah telah memastikan jenazah Firdaus akan dimakamkan di Arab Saudi. Insiden ini memicu evaluasi terhadap sistem skrining dan perlindungan jemaah haji, terutama bagi kelompok lansia.















