Home Berita Nasional Balita Tewas dengan 32 Luka Tusuk di Bekasi

Balita Tewas dengan 32 Luka Tusuk di Bekasi

Sumbawanews.com,- Polisi mengungkap hasil visum yang mengejutkan dalam kasus tewasnya balita berusia 2,5 tahun di sebuah kontrakan Jatisampurna, Bekasi. Tubuh korban, berinisial A, ditemukan penuh luka tusuk dan sayatan—total 32 luka yang tersebar di seluruh tubuh, dengan 20 luka berada di wajah dan 12 di badan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan pelaku adalah paman korban sendiri, G (18), yang kini ditetapkan sebagai tersangka. Menurut pengakuan tersangka, ia kehilangan kendali saat korban naik ke punggungnya yang sedang asyik bermain game. Emosi memuncak, dan tanpa pikir panjang, ia berlari ke dapur, mengambil pisau, lalu menyerang korban secara berulang—dimulai dari kepala, lalu meluas ke tubuh.

Yang membuat kasus ini semakin suram, tersangka diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa dan rutin menjalani pengobatan psikiatrik. Namun, dua hari sebelum kejadian, ia berhenti minum obat karena keluarga tidak mampu membelinya. “Ibunya tidak punya uang untuk membeli obat lagi,” ujar Iqbal.

Sementara itu, kondisi tersangka sendiri kritis. Ia mengalami luka tusuk di dada dan kedua pipi, diduga akibat perlawanan atau kejadian tak terduga saat aksi kekerasan berlangsung. Polisi masih menunggu stabilitas kesehatannya sebelum memproses keterangan lebih lanjut.

Balita itu tinggal bersama neneknya di kontrakan tersebut sejak berusia dua minggu. Orang tuanya berada di Yogyakarta dan belum muncul sejak kejadian. Saat tragedi terjadi, nenek korban sedang berjualan keliling. Ketika pulang malam hari, ia menemukan cucunya bersimbah darah di kamar, dengan sebilah pisau masih tergeletak di samping tubuh kecilnya.

Kasus ini kembali menggugah perhatian publik terhadap sistem perlindungan anak dan akses terhadap perawatan kesehatan jiwa di tingkat komunitas. Di balik luka-luka yang menghancurkan tubuh seorang balita, tersimpan luka sosial yang jauh lebih dalam: kemiskinan, ketidakpedulian, dan sistem yang gagal menyelamatkan yang paling rentan.

Previous articleKomisioner Ombudsman 2021–2026 Dinilai Paling Bermasalah
Next articleLula Tegaskan Tak Ada Hubungan Antara Geng Kriminal dan Terorisme
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik