Sumbawanews.com,- Arus balik libur panjang Waisak, Iduladha, dan Hari Lahir Pancasila mulai menghempas deras ke ibu kota. Hingga pukul 09.00 WIB, Minggu (31/5/2026), lebih dari 40 ribu penumpang kereta tiba di stasiun-stasiun wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta, melampaui jumlah keberangkatan yang hanya 26.564 orang pada hari yang sama. Data dari PT KAI menunjukkan gelombang pulang kampung telah bergeser menjadi arus masuk, dengan kota Jakarta kembali menjadi magnet utama para pemudik.
Stasiun Gambir menjadi titik kedatangan terpadat, menerima 14.493 penumpang, diikuti oleh Pasar Senen dengan 13.674 orang. Kedua stasiun ini menjadi pintu utama bagi para penumpang dari Jawa Barat dan Banten. Sementara itu, Jatinegara mencatat 4.908 kedatangan, Bekasi 4.810, Cikarang 1.466, serta Karawang dan Cikampek masing-masing 646 penumpang.
Di sisi keberangkatan, pola berbeda terlihat. Pasar Senen masih menjadi stasiun keberangkatan terbesar dengan 9.966 penumpang, disusul Gambir dengan 7.616 orang. Bekasi menjadi pusat keberangkatan ketiga dengan 4.378 penumpang, sementara Jatinegara, Cikarang, Karawang, dan Cikampek mencatat angka yang lebih rendah, menunjukkan bahwa mayoritas pergerakan saat ini adalah arus pulang, bukan berangkat.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan tren ini konsisten dengan pola arus balik libur panjang tahun sebelumnya. “Penumpang yang tiba jauh lebih banyak daripada yang berangkat, ini menandakan puncak arus balik telah tiba,” ujarnya. Ia menambahkan, KAI terus memantau kepadatan dan menyiagakan petugas di seluruh stasiun untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan.
Peningkatan jumlah penumpang juga berdampak pada antrean tiket dan ketersediaan kereta tambahan. KAI telah menambahkan layanan kereta lokal dan jarak jauh di beberapa rute padat, terutama dari Cikarang, Karawang, dan Bekasi menuju Jakarta. Petugas juga dikerahkan untuk membantu penumpang lanjut usia dan kelompok rentan di area stasiun.
Dengan arus balik yang masih berlangsung hingga Senin, otoritas transportasi memprediksi puncak kedatangan akan terjadi pada siang hingga malam hari. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, memantau jadwal kereta secara berkala, dan memanfaatkan layanan digital KAI untuk menghindari antrean panjang.















