Sumbawanews.com,- Tim gabungan berhasil menemukan 13 potongan tubuh di lokasi ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Temuan ini terjadi dalam proses pencarian korban yang masih belum ditemukan setelah ledakan dahsyat yang terjadi beberapa hari lalu.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengonfirmasi bahwa serpihan tubuh tersebut telah diserahkan kepada Tim Identifikasi Polda Papua dan RSUD Biak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Ini adalah bagian dari upaya kita untuk memastikan identitas korban dan memberikan kepastian bagi keluarga yang masih menantikan kabar,” ujar Ari, Selasa (2/6/2026).
Ledakan yang terjadi di wilayah pesisir itu diduga berasal dari bom udara yang tertanam sejak masa pendudukan Jepang. Sebelumnya, ledakan itu telah menewaskan lima orang, melukai puluhan warga, dan menghancurkan 12 bangunan, termasuk rumah warga dan sebuah gereja. Lima puluh lima warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan infrastruktur dan risiko keamanan.
Saat ini, operasi pencarian fokus pada area “Ring 2”, khususnya di sepanjang pantai dan perairan sekitar titik ledakan. Basarnas, TNI, dan kepolisian bekerja sama dengan tim ahli penjinak bom untuk memastikan tidak ada sisa bahan peledak lain yang masih aktif. Petugas juga terus memetakan area dengan bantuan drone dan alat deteksi logam untuk menghindari kejadian serupa.
Sejak ledakan pertama, otoritas setempat telah menghentikan semua aktivitas konstruksi dan pertanian di sekitar lokasi kejadian. Masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mendekati benda-benda mencurigakan, terutama yang berbentuk logam atau berukuran besar, karena banyak bom tak meledak masih tersisa di tanah dan dasar laut Papua.
Temuan 13 potongan tubuh ini memperdalam duka masyarakat Biak Numfor, yang kini berjuang menghadapi trauma sejarah yang tak pernah benar-benar usai. Perang Dunia II mungkin berakhir 80 tahun lalu, tapi di tanah ini, akibatnya masih berbisik dalam setiap guncangan tanah dan ledakan yang tak terduga.















