Baghdad, sumbawanews.com – Perdana Menteri sekaligus Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Irak, Mohammed Shia’ al-Sudani, mengunjungi markas besar Badan Intelijen Nasional di Baghdad, Minggu (22/03).
Baca Juga: Irak Menolak Terseret Konflik Kawasan, Al-Sudani Pecat Sejumlah Pejabat Intelijen
Ia menginstruksikan departemen terkait di dalam Badan Intelijen, bekerja sama dengan badan keamanan lainnya, untuk melanjutkan penyelidikan menyeluruh terhadap keadaan serangan yang menargetkan markas besar Badan Intelijen mengakibatkan gugurnya salah satu anggota. untuk memberi tahu rakyat Irak tentang pihak di balik serangan dan membawa mereka ke pengadilan.
“Mereka yang melakukan kejahatan keji ini adalah kelompok pengecut yang telah menumpahkan darah rakyat Irak dan melanggar lembaga-lembaga negara,” katanya.
Dijelaskan, Kekuatan politik nasional harus memainkan peran mereka dan mengambil sikap yang jelas dan tegas mengenai serangan-serangan yang menargetkan negara dan lembaga-lembaganya, yang membahayakan masa depan negara. “Sebagian pihak telah menyatakan diri berhak menentukan keputusan perang dan damai, tetapi kami menekankan bahwa keputusan ini sepenuhnya berada di tangan negara, dan negaralah yang menentukan dan melindungi kepentingan Irak,” ujar dia. (Using)















