Teheran, sumbawanews.com – Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araqchi dalam sebuah wawancara, Kamis (26/03) menyatakan, Selat Hormuz tidak sepenuhnya tertutup. Selat itu hanya tertutup bagi musuh.
Baca Juga: Komandan AL Iran Bantah Klaim AS
“Itu wajar, kita berada dalam situasi perang, itu adalah zona perang. Tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal musuh dan sekutu mereka melewati selat ini. Namun untuk yang lainnya, selat ini bebas dilalui. Tentu saja, selat ini bebas dilalui, tetapi kapal-kapal itu sendiri biasanya menghindarinya karena rasa tidak aman yang ada. Beberapa di antaranya tidak diasuransikan oleh perusahaan asuransi mereka, bisa dibilang, asuransi perang ini, dan mereka sendiri tidak melewati selat ini,” jelasnya.
Dijelaskan, banyak negara, banyak kapal, pemiliknya atau negara-negara yang memilikinya, menghubungi dan meminta agar menyediakan jalur aman di Selat Hormuz. “Dan untuk beberapa negara yang merupakan teman kami atau karena alasan apa pun kami memutuskan untuk melakukan ini, angkatan bersenjata kami menyediakan jalur aman ini,” ucapnya.
Ditambahkan, setelah perang, Selat Hormuz kami juga mempertimbangkan pengaturan baru untuk jalur aman ke Selat Hormuz.
“Sedang dipelajari. kenyataannya adalah bahwa selat ini berada di perairan teritorial Iran dan Oman dan kami memiliki kedaulatan atasnya,” ucap dia. (Using)















