Home Berita Internasional Trump Ragukan Kelayakan Vance sebagai Penerus

Trump Ragukan Kelayakan Vance sebagai Penerus

Sumbawanews.com,- Washington — Presiden AS Donald Trump dikabarkan meragukan kemampuan Wakil Presiden JD Vance untuk menjadi penerus politiknya, menurut laporan The New York Times yang mengutip sejumlah sumber dalam lingkaran dalam Gedung Putih. Meski Vance dianggap sebagai salah satu kandidat utama Partai Republik untuk pemilu 2028, Trump secara terbuka mempertanyakan kredibilitasnya, bukan hanya dalam hal kebijakan, tetapi juga dalam gaya kepemimpinan dan konsistensi.

Dalam sejumlah pertemuan pribadi, Trump kerap membandingkan rekam jejak Vance dengan pencapaiannya sendiri. Ia menekankan bahwa Vance tidak pernah memenangkan pemilihan kompetitif tanpa dukungannya—sebuah poin yang sering ia ulang kepada para pendukung. Trump juga menyoroti frekuensi libur Vance selama menjabat, yang menurutnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan gaya kerjanya yang hampir tak pernah berhenti.

Laporan itu menyebut, Trump bahkan mengingat insiden musim semi tahun lalu ketika Vance menjatuhkan trofi kejuaraan sepak bola negara bagian Ohio di halaman selatan Gedung Putih. Peristiwa kecil itu, menurut sumber, menjadi simbol bagi Trump bahwa Vance kurang memahami simbolisme dan kehormatan jabatan.

Selain itu, Vance dinilai terlalu aktif di media sosial. Ia kerap menggeser-geser ponselnya saat pertemuan resmi dan terlibat dalam debat sengit dengan kritikus di platform digital. Padahal, meski Trump sendiri sangat aktif di Truth Social, ia tidak pernah terlibat dalam diskusi balasan—sebuah perilaku yang ia anggap lebih “presidensial.” Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles bahkan telah menyarankan Vance untuk mengurangi kebiasaan itu, karena dianggap tidak pantas bagi seorang wakil presiden.

Namun, meski Trump terlihat skeptis, orang-orang terdekat keduanya tetap meyakini bahwa Vance adalah pilihan paling realistis untuk menggantikannya. Partai Republik, yang kini sedang mempersiapkan proses pencalonan untuk pemilu 2028, memang memiliki sejumlah nama kuat: Marco Rubio, Scott Bessent, dan Kristi Noem. Tapi di antara semua nama itu, Vance tetap menjadi satu-satunya yang secara resmi berada di samping Trump di panggung kekuasaan.

Konstitusi AS melarang Trump mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga. Maka, meski ia mungkin meragukan kelayakan Vance, ia juga tahu: penerus yang ideal bukanlah yang paling mirip dengannya, tapi yang paling mampu mempertahankan warisan politiknya—dan itu, menurut banyak pengamat, justru adalah tantangan terbesar yang belum terpecahkan.

Previous articlePaman Tusuk Balita 32 Kali karena Terganggu Main Game
Next articlePanglima TNI: Alumni Taruna Nusantara Harus Menjadi Generasi Adaptif, Berkarakter, dan Berintegritas
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik