Home Berita Internasional Singapura Kunjungi Korea Utara dalam Diplomasi Langka

Singapura Kunjungi Korea Utara dalam Diplomasi Langka

Sumbawanews.com,- Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, melakukan kunjungan langka ke Pyongyang pada 26–27 Mei 2026, menjadi salah satu pejabat tinggi Barat yang masih menjaga saluran komunikasi dengan Korea Utara di tengah ketegangan geopolitik yang memuncak. Kunjungan ini dilakukan atas undangan Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Son Hui, dan menandai salah satu interaksi diplomatik paling signifikan antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung tertutup, kedua menteri membahas perkembangan terkini di Semenanjung Korea, termasuk dinamika keamanan regional dan pentingnya menjaga saluran dialog tetap terbuka. Balakrishnan menekankan bahwa di tengah ketidakpastian global, diplomasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak untuk mencegah eskalasi konflik. Ia juga mendorong Korea Utara untuk terlibat secara konstruktif dalam forum regional, khususnya Forum Regional ASEAN (ARF), yang hingga kini tetap menjadi ruang dialog bagi Pyongyang meski berada di luar lingkaran kekuatan utama Asia Tenggara.

Kedua pihak mengenang kembali pertemuan puncak bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura pada 2018 — sebuah momen yang pernah menghadirkan harapan baru bagi perdamaian di Semenanjung. Balakrishnan, yang terakhir mengunjungi Pyongyang pada masa itu, menyatakan kegembiraannya kembali ke ibu kota yang jarang disinggahi pejabat asing. “Hubungan kami dibangun di atas saling menghormati dan konsistensi selama lima dekade,” ujarnya dalam unggahan di media sosial.

Kunjungan ini juga berlangsung tepat setahun setelah perayaan 50 tahun hubungan diplomatik antara Singapura dan Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), yang dimulai sejak 1975. Meski tidak memiliki hubungan ekonomi atau militer yang signifikan, Singapura tetap menjadi salah satu dari sedikit negara yang mempertahankan hubungan diplomatik resmi dengan Korea Utara, sekaligus menjadi tuan rumah bagi sejumlah pertemuan tingkat tinggi yang menentukan arah kebijakan nuklir Timur Asia.

Selain pertemuan dengan Choe Son Hui, Balakrishnan juga bertemu dengan Ketua Komite Tetap Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara, Jo Yong Won, untuk mendengar langsung pandangan Pyongyang terhadap situasi domestik dan regional. Di akhir kunjungan, ia diterima dalam jamuan makan malam resmi yang menjadi simbol kehangatan diplomatik — sebuah ritual yang jarang dilakukan bagi tamu asing di negara yang dikenal tertutup.

Setelah meninggalkan Pyongyang, Balakrishnan melanjutkan perjalanan ke Seoul, menegaskan strategi diplomasi seimbang Singapura: menjaga hubungan dengan kedua Korea, sekaligus memperkuat peran sebagai jembatan antara dunia Barat dan kawasan yang terisolasi. Dalam sebuah era di mana banyak negara memilih untuk memutuskan komunikasi, Singapura memilih untuk tetap duduk di meja perundingan — bukan karena kepentingan strategis besar, tetapi karena keyakinan bahwa dialog, sekecil apa pun, adalah satu-satunya jalan menuju stabilitas.

Previous articlePemukim Israel Rampas 900 Domba, Bocah 16 Tahun Tewas Mempertahankan Ternak
Next articlePrabowo Bagikan Sapi Kurban, Satu Per RW di Hambalang
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik