Home Berita Internasional Presiden Lukashenko Hadiri Wisuda Pertama Mahasiswa Belarus di China

Presiden Lukashenko Hadiri Wisuda Pertama Mahasiswa Belarus di China

Sumbawanews.com,- Presiden Belarus Alexander Lukashenko hadir secara langsung dalam wisuda angkatan pertama mahasiswa Belarus yang menyelesaikan program bersama bioteknologi antara Universitas Negeri Belarus (BSU) dan Universitas Peking, pada 30 Juni 2026 di Beijing. Acara yang berlangsung di kampus ternama Tiongkok itu menandai tonggak penting dalam kerja sama pendidikan dan riset antara kedua negara.

Lima lulusan menerima ijazah ganda dari kedua universitas setelah menempuh pendidikan selama empat tahun, dengan setengah masa studi di Minsk dan setengahnya lagi di Beijing. Program ini dirancang khusus untuk mencetak ahli bioteknologi berkualitas tinggi, dengan seleksi ketat yang hanya membuka pintu bagi mahasiswa berprestasi, termasuk para peraih medali olimpiade sains nasional.

Salah satu lulusan, Vladislav Stepanov, menyatakan niatnya untuk kembali ke Belarus dan mengembangkan penelitian di bidang imunoglobulin—sektor yang dinilainya memiliki potensi besar bagi industri farmasi nasional. “Pengetahuan yang saya dapatkan di Peking akan menjadi fondasi penting untuk inovasi di rumah,” ujarnya.

Program ini lahir dari kesepakatan pribadi antara Lukashenko dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Dalam pidatonya, Lukashenko menekankan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar pencapaian akademis, tapi tanggung jawab nasional. “Belajar di salah satu universitas terbaik dunia hanyalah awal. Yang lebih penting adalah menerapkannya untuk membangun industri di Belarus,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh 25 peserta program—yang mencakup lulusan angkatan pertama—telah menerima tawaran kerja dari perusahaan di Tiongkok dan Rusia. Namun, ia meminta para lulusan untuk mengabdikan keahlian mereka bagi pembangunan Belarus. “Kalian adalah putra-putri Belarus. Gunakan ilmu kalian untuk menghasilkan obat-obatan, vaksin, dan teknologi yang bisa menyelamatkan nyawa rakyat kita—terutama dalam perang melawan kanker,” ujarnya.

Lukashenko juga menekankan bahwa kesempatan ini diberikan berdasarkan prestasi, bukan latar belakang sosial atau keluarga. Ia menjanjikan dukungan penuh dari pemerintah bagi para lulusan yang ingin mendirikan perusahaan bioteknologi di dalam negeri, dengan memanfaatkan teknologi dan kolaborasi yang dibangun bersama Tiongkok.

Wisuda ini bukan sekadar momen kebanggaan akademis, tapi simbol strategis dari upaya Belarus membangun kedaulatan ilmu pengetahuan di tengah tekanan geopolitik global. Dengan lulusan pertama yang siap berkontribusi, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama pendidikan lintas benua bisa menjadi pilar ketahanan nasional.

Previous articleDi Bawah Kepemimpinan Ahmadi, Wajah Desa Pasir Putih Mulai Bertransformasi dari Tata Kelola hingga Pengembangan Wisata
Next articleIndonesia Jadi Mitra Strategis Belarus di Asia Tenggara