Home Berita Internasional Lithuania Ganti PM untuk Ketiga Kalinya dalam Dua Tahun

Lithuania Ganti PM untuk Ketiga Kalinya dalam Dua Tahun

Sumbawanews.com,- Vilnius — Pemerintah Lithuania resmi berganti kepemimpinan setelah Perdana Menteri Inga Ruginiene dan seluruh kabinetnya mengundurkan diri pada Selasa, 23 Juni 2026. Pengunduran diri ini menjadi yang ketiga dalam kurun dua tahun terakhir, memperdalam krisis stabilitas politik di negara Baltik itu.

Langkah ini diambil menyusul retaknya koalisi pemerintah antara Partai Sosial Demokrat, yang dipimpin Ruginiene, dengan partai populis Nemuno Ausra. Konflik memuncak setelah mantan anggota parlemen dari partai tersebut, Remigijus Zemaitaitis, terlibat skandal berat terkait ujaran kebencian terhadap komunitas Yahudi. Pengadilan Lithuania sebelumnya telah menjatuhkan denda 5.000 euro terhadap Zemaitaitis atas pernyataannya yang meremehkan Holocaust dan memicu kebencian melalui media sosial pada 2023. Kasus ini kini masih dalam proses banding, dengan jaksa menuntut hukuman lebih berat.

Dengan putusnya hubungan politik itu, Partai Sosial Demokrat membentuk aliansi baru bersama dua partai kiri-tengah lainnya, menguasai 75 dari 141 kursi di parlemen Seimas. Sesuai konstitusi, pemerintahan yang kehilangan dukungan mayoritas wajib mengundurkan diri. Presiden Gitanas Nauseda kini menunggu dekrit resmi dari Ruginiene untuk menunjuk calon pengganti.

Dalam pidato perpisahannya, Ruginiene, mantan pemimpin serikat pekerja, menyampaikan apresiasi kepada para menterinya. “Terlepas dari segala tantangan, kita memiliki banyak hal yang patut dibanggakan. Setiap dari Anda telah memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan negara dan peningkatan kualitas hidup rakyat,” ujarnya, seperti dikutip Associated Press.

Calon kuat pengganti Ruginiene adalah Mindaugas Sinkevicius, ketua Partai Sosial Demokrat. Ia diharapkan segera diajukan kepada parlemen dalam waktu 15 hari sesuai prosedur konstitusional. Jika disetujui, Sinkevicius memiliki waktu dua minggu untuk menyusun kabinet dan program kerja sebelum diajukan kembali untuk mendapat persetujuan parlemen.

Meski terjadi pergantian menteri—setidaknya empat posisi kabinet akan berganti—strategi dasar kebijakan luar negeri Lithuania diperkirakan tetap berlanjut. Koalisi baru menegaskan komitmen terhadap Uni Eropa, NATO, dan kemitraan strategis dengan Taiwan. Namun, ada sinyal perubahan signifikan dalam pendekatan terhadap China: pemerintahan baru berencana membangun hubungan yang lebih pragmatis dan stabil, dengan fokus pada perluasan kerja sama ekonomi selama tetap menjaga kedaulatan nasional dan nilai-nilai demokrasi.

Langkah ini menandai babak baru dalam diplomasi Lithuania, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu negara Eropa paling vokal dalam menentang pengaruh Beijing, terutama setelah keputusan 2021 untuk menutup kantor perwakilan Taiwan di Vilnius atas tekanan Tiongkok. Kini, dengan kekuatan politik baru, negara itu berusaha menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan prinsip keamanan strategis di tengah ketegangan global.

Previous articlePolisi Akan Periksa Kejiwaan Pria yang Sekap Kekasih 3 Tahun di Bandung
Next articleIrak Masih Berharap di Piala Dunia 2026
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik