Sumbawanews.com,- Petugas pemadam kebakaran berjuang melawan kobaran api yang melahap sebuah hotel di pusat kota New Delhi, India, Rabu (3/6/2026). Kebakaran hebat yang dipicu oleh korsleting listrik itu menewaskan 21 orang dan melukai puluhan lainnya, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan setelah berlangsung lebih dari delapan jam.
Hotel berlantai lima itu, yang berlokasi di kawasan ramai Paharganj, dipenuhi tamu dan pekerja pada malam kejadian. Sebagian besar korban tewas terjebak di lantai atas karena tidak ada jalur evakuasi yang memadai, sementara pintu darurat terkunci atau tidak berfungsi. Saksi mata melaporkan asap tebal membumbung tinggi, memblokir pandangan dan membuat upaya penyelamatan menjadi sangat sulit.
Tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran Delhi bekerja berjam-jam dengan peralatan terbatas, mengangkut mayat dan korban luka dari puing-puing yang masih panas. Sebanyak 17 jenazah ditemukan di kamar-kamar, sementara empat lainnya tewas akibat luka bakar parah saat mencoba melompat dari jendela. Lebih dari 30 orang berhasil diselamatkan, termasuk sejumlah anak-anak yang dievakuasi dengan tangga darurat dan karung goni yang diikat sebagai tali penurun.
Pemerintah Delhi langsung membentuk tim investigasi independen. Kepala Kepolisian Delhi, Rakesh Asthana, mengatakan pihaknya akan mengecek izin bangunan, kepatuhan terhadap standar keamanan kebakaran, dan kemungkinan korupsi dalam penerbitan izin operasional hotel. “Kami tidak akan membiarkan ini berlalu begitu saja. Ini bukan kecelakaan biasa—ini kegagalan sistemik,” ujarnya dalam konferensi pers.
Warga sekitar dan aktivis hak asasi manusia menuntut penutupan semua hotel ilegal dan penegakan hukum yang tegas. Di India, kebakaran di gedung bertingkat—terutama di kawasan padat penduduk—sudah menjadi fenomena berulang, sering kali karena kelalaian pemilik dan lemahnya pengawasan pemerintah.
Presiden India Droupadi Murmu menyatakan duka cita atas nama bangsa dan menginstruksikan pemerintah pusat untuk memberikan kompensasi kepada keluarga korban serta mempercepat program perbaikan infrastruktur kebakaran di seluruh kota besar. Sementara itu, pihak pengelola hotel yang belum diketahui identitasnya kabur dari lokasi kejadian, dan polisi kini sedang mengejar jejak mereka.
Korban terakhir yang ditemukan adalah seorang ibu dan dua anaknya yang terjebak di kamar mandi. Tubuh mereka ditemukan masih berpelukan, sebuah gambaran menyedihkan dari tragedi yang mengguncang hati India.















