Sumbawanews.com,- Pentagon mengakui serangan Iran selama periode 28 Februari hingga 30 Juni 2026 telah menghancurkan dan merusak ratusan fasilitas militer Amerika Serikat di delapan negara Timur Tengah, memicu gangguan besar pada logistik, stok amunisi, dan operasi militer. Serangan tersebut menargetkan pangkalan di Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Oman, dan Yordania, dengan kerusakan paling parah terjadi di pusat logistik laut Bahrain yang hancur total. Akibatnya, sistem evakuasi medis darurat di Irak dan Kuwait harus dialihkan ke jalur darat, sementara rantai pasokan maritim AS terpaksa dialihkan ke Diego Garcia di Samudra Hindia, memperpanjang siklus pengiriman hingga 14–18 hari dan menimbulkan kekurangan pasokan berkala. Laporan Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan AS yang dirilis pada 14 September 2026 menjadi pengakuan resmi pertama bahwa tekanan dari Iran dan kelompok proksinya telah memaksa Komando Pusat AS (CENTCOM) mengubah strategi operasional yang selama ini dianggap aman di kawasan tersebut.
Home Berita Internasional Iran Hantam Ratusan Pangkalan AS di Timur Tengah, Pentagon Akui Kerugian Luas















