Sumbawanews.com,- Kelompok Houthi di Yaman diduga memanfaatkan kecerdasan buatan Claude milik perusahaan Amerika Serikat, Anthropic, untuk mengembangkan sistem pemandu, kendali, dan navigasi rudal balistik. Menurut laporan Anthropic yang dirilis pada 10 September 2026, kelompok bersenjata berbasis di Yaman utara itu menjalankan tiga program pengembangan senjata, termasuk rudal balistik bertingkat dengan jangkauan lebih dari 2.000 kilometer dan varian kendaraan luncur hipersonik. Meski belum berhasil menghasilkan perangkat siap tempur, Houthi diketahui pernah melakukan uji tembak roket berpemandu yang gagal, lalu segera kembali meminta bantuan Claude untuk menganalisis penyebab kegagalannya. Anthropic langsung memblokir akun-akun terkait setelah mendeteksi aktivitas ilegal tersebut. Houthi, yang telah menerima dukungan senjata dari Iran dan bantuan militer dari Rusia, tetap mempertahankan kemandirian industri pertahanan dalam negerinya. Pekan sebelumnya, kelompok ini berhasil menguasai wilayah strategis di sepanjang pesisir Laut Merah, termasuk Selat Bab al-Mandeb, setelah melancarkan serangan kilat terhadap pasukan yang loyal terhadap Arab Saudi dan pemerintah Yaman yang diakui internasional.















