Sumbawanews.com,- Sembilan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh dari negara-negara sahabat secara resmi menyerahkan surat kepercayaan (letter of credentials) kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (9/6). Prosesi tradisional yang menjadi simbol pengakuan diplomatik ini menandai dimulainya tugas resmi para duta besar dalam memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia.
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, yang memberikan keterangan pers usai acara, menjelaskan bahwa penyerahan surat kepercayaan bukan sekadar formalitas, melainkan ritual bersejarah dalam tata cara diplomasi internasional. “Ini adalah bagian dari tradisi yang berlaku di seluruh dunia. Surat ini ditandatangani oleh kepala negara masing-masing—bisa presiden, raja, atau pemimpin tertinggi—dan menjadi bukti sah bahwa duta besar tersebut mewakili negaranya di Indonesia,” ujar Arif.
Para duta besar yang hadir mewakili Guatemala, Qatar, Kenya, Fiji, Maroko, Portugal, Panama, Republik Demokratik Rakyat Korea, dan Mozambik. Mereka menyampaikan salam resmi dari pemimpin negaranya, serta menyatakan komitmen untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang—mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga keamanan—sesuai prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
Presiden Prabowo, dalam sambutannya, menyambut hangat kehadiran para duta besar dan menekankan pentingnya solidaritas antarnegara di tengah ketidakpastian global. “Beliau menegaskan bahwa kerja sama harus dibangun atas dasar keadilan, saling menghormati, dan kepentingan bersama,” kata Arif.
Meski acara bersifat formal, suasana tetap hangat. Setelah penyerahan surat, para duta besar berkesempatan berbincang santai dengan pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri. Arif menambahkan, substansi kebijakan atau agenda spesifik biasanya tidak dibahas dalam prosesi ini. “Ini bukan forum negosiasi. Ini adalah momen simbolis: pengakuan, penghormatan, dan pembuka pintu untuk dialog yang lebih mendalam di masa depan.”
Prosesi ini merupakan batch kedua penyerahan surat kepercayaan di era Presiden Prabowo. Sebelumnya, sejumlah duta besar dari negara-negara kawasan Asia, Eropa, dan Afrika juga telah menyelesaikan prosedur serupa. Dengan semakin banyaknya duta besar yang resmi bertugas, Indonesia terus memperluas jaringan diplomasi strategisnya di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.
Duta besar dari Mozambik, Antonio Rodrigues Jose, dan dari Qatar, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, menjadi dua di antara yang menyampaikan harapan khusus tentang peningkatan kerja sama energi dan pertanian. Sementara duta besar dari Panama dan Portugal menekankan pentingnya kolaborasi di bidang teknologi dan pendidikan tinggi.
Dengan langkah ini, Indonesia tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai aktor diplomasi yang aktif, konsisten, dan dihormati di kancah internasional.

















