Home Berita Internasional De La Espriella dan Cepeda Maju ke Putaran Kedua Pemilu Kolombia

De La Espriella dan Cepeda Maju ke Putaran Kedua Pemilu Kolombia

Sumbawanews.com,- Calon outsider sayap kanan, Abelardo de la Espriella, dan senator sayap kiri Ivan Cepeda akan bertarung dalam putaran kedua pemilihan presiden Kolombia pada 21 Juni mendatang, setelah hasil resmi menunjukkan keduanya memimpin perolehan suara pada putaran pertama. Dengan 99 persen suara telah dihitung, de la Espriella unggul dengan 43 persen, sementara Cepeda menyusul dengan 40 persen—keduanya gagal mencapai ambang batas 50 persen yang diperlukan untuk menang langsung.

Hasil ini menggagalkan harapan Paloma Valencia, senator sayap kanan yang sebelumnya dianggap sebagai favorit. Meski Cepeda unggul dalam sejumlah jajak pendapat akhir, termasuk survei National Consulting Centre pada 24 Mei yang menempatkannya di posisi teratas dengan 33,1 persen dukungan, pergeseran opini publik menjelang hari pemungutan suara tampaknya dipengaruhi oleh kekhawatiran mendalam terhadap keamanan nasional.

De la Espriella, pengusaha tanpa pengalaman politik sebelumnya, membangun kampanyenya dengan mengeksploitasi ketakutan akan kejahatan dan ketidakstabilan, meniru gaya populis seperti yang diterapkan Javier Milei di Argentina. Ia menggambarkan dirinya sebagai penyelamat negara dari kekacauan, menarik dukungan dari kalangan urban dan pedesaan yang merasa ditinggalkan oleh elit politik.

Berbeda dengan lawannya, Cepeda adalah tokoh politik berpengalaman. Putra dari seorang senator dan pemimpin Partai Komunis yang dibunuh secara politik pada 1994, ia sendiri telah menjadi senator sejak 2014 dan sebelumnya menjabat di Dewan Perwakilan Rakyat mewakili ibu kota Bogota. Karier politiknya dikenal karena perjuangannya menuntut keadilan bagi korban kekerasan paramiliter, termasuk melawan mantan presiden sayap kanan Álvaro Uribe, yang dituduhnya terlibat dalam kejahatan kemanusiaan.

Tuduhan Cepeda terhadap Uribe memicu gugatan balik untuk pencemaran nama baik, tetapi Mahkamah Agung justru membalikkan situasi: mereka menyelidiki Uribe atas dugaan pemalsuan saksi. Meskipun Uribe awalnya dihukum 12 tahun tahanan rumah pada Agustus 2025, putusan itu kemudian dibatalkan oleh pengadilan banding pada Oktober 2025 karena kekurangan bukti dan kesalahan prosedural—sebuah keputusan yang memperdalam polarisasi politik di negara itu.

Dengan putaran kedua tinggal sebulan lagi, kedua kandidat kini bersiap memperkuat basis dukungan. De la Espriella berusaha mempertahankan momentumnya dengan menekankan janji keamanan, sementara Cepeda berupaya meyakinkan pemilih bahwa stabilitas jangka panjang hanya bisa dicapai melalui reformasi struktural, bukan retorika kekerasan. Pemilu Kolombia kini berada di persimpangan sejarah—antara kemarahan dan harapan, antara kekacauan dan keadilan.

Previous articleJepang Menang Tipis 1-0 atas Islandia dalam Laga Persiapan Piala Dunia
Next articlePictonico! Mengubah Wajahmu Jadi Game Lucu yang Bikin Ketagihan
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik