Home Berita Internasional Beirut Selatan Berlarian, Israel Serang Kawasan Hezbollah

Beirut Selatan Berlarian, Israel Serang Kawasan Hezbollah

Sumbawanews.com,- Jakarta – Ribuan warga berhamburan meninggalkan kawasan pinggiran selatan Beirut dalam kepanikan, menyusul perintah serangan udara dari Israel yang menargetkan wilayah Dahiyeh—basis utama kelompok Hezbollah. Video-video yang beredar menunjukkan kemacetan parah di jalan-jalan utama, mobil-mobil penuh sesak dengan keluarga, barang-barang seadanya, dan wajah-wajah penuh kecemasan yang berlari menuju titik evakuasi.

Perintah serangan itu dikeluarkan langsung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menyatakan bahwa kawasan tersebut telah menjadi “pusat komando dan logistik” bagi Hezbollah. Militer Israel mengklaim telah mengidentifikasi sejumlah fasilitas bawah tanah, gudang senjata, dan pos komunikasi di dalam lingkungan padat penduduk itu—meski tidak memberikan bukti publik yang terverifikasi.

Warga sipil, termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia, menjadi korban tak bersalah dalam gelombang evakuasi mendadak ini. Banyak yang hanya membawa pakaian dan dokumen penting, meninggalkan rumah, toko, dan bahkan harta benda berharga. Seorang ibu berusia 52 tahun, yang enggan disebutkan namanya, berkata sambil menangis, “Kami tidak punya waktu untuk berpikir. Yang penting, anak-anak selamat.”

Kawasan Dahiyeh, yang selama puluhan tahun menjadi benteng politik dan militer Hezbollah, memang telah menjadi sasaran berulang dalam konflik Israel-Lebanon. Namun, serangan kali ini dianggap sebagai yang paling luas dan terkoordinasi sejak gencatan senjata tahun 2006. Pihak Hezbollah belum memberikan pernyataan resmi, tetapi sumber keamanan Lebanon mengatakan bahwa kelompok itu sedang memindahkan senjata dan personel ke lokasi yang lebih tersembunyi.

PBB dan sejumlah negara Barat mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri, memperingatkan risiko bencana kemanusiaan jika serangan terus meluas ke area padat penduduk. Sementara itu, pemerintah Lebanon mengumumkan keadaan darurat sipil di sebagian besar wilayah selatan ibu kota, dan membuka pusat evakuasi sementara di kota-kota seperti Baabda dan Jbeil.

Dengan ketegangan yang terus memanas, dunia menanti apakah serangan ini akan memicu perang skala besar—atau hanya menjadi babak baru dalam konflik berkepanjangan yang telah menghancurkan generasi di Timur Tengah.

Previous articleTrump Sebut Oposisi Ganggu Negosiasi Nuklir Iran
Next articleASUS Rilis Edisi Spesial ROG Xbox Ally X20 untuk Ulang Tahun ke-20
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik