Home Berita Internasional Trump Sebut Oposisi Ganggu Negosiasi Nuklir Iran

Trump Sebut Oposisi Ganggu Negosiasi Nuklir Iran

Sumbawanews.com,- Presiden Donald Trump menyalahkan kritik dari Partai Demokrat hingga sebagian anggota partainya sendiri, Republik, sebagai penghambat utama upaya Amerika Serikat mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran. Menurutnya, suara-suara politik yang terus menggugat strateginya justru memperumit diplomasi yang sedang berjalan—bahkan mengancam kemungkinan perdamaian di kawasan.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa Iran “sudah kebelet” menandatangani kesepakatan. “Mereka ingin ini terjadi. Dan ini akan menjadi kesepakatan yang sangat menguntungkan bagi Amerika Serikat—dan bagi semua pihak yang berada di sisi kami,” katanya, Senin (1/6).

Ia mengecam para kritikus dengan istilah “Dumocrats” dan menyebut sejumlah rekan separtainya sebagai “tidak patriotik,” karena terus menyerukan agar negosiasi dipercepat, diperlambat, atau bahkan diganti dengan pendekatan militer. “Duduk saja dan tenang. Semuanya akan berjalan baik—selalu begitu,” tegasnya, menutup pernyataannya dengan nada penuh keyakinan.

Trump juga mengklaim telah menerima jaminan langsung dari pihak Iran bahwa Teheran tidak akan mengembangkan senjata nuklir. “Satu-satunya jaminan yang saya butuhkan: tidak ada senjata nuklir. Mereka sudah setuju. Dan itu sangat menarik,” ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan Fox News pada Sabtu (30/5).

Klaim ini bertentangan dengan pernyataan resmi pemerintah Iran, yang konsisten menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah mengakhiri konflik bersenjata, bukan segera menyerahkan hak nuklir sipil mereka. Para pejabat Teheran berulang kali membantah bahwa ada kesepakatan tertulis atau verbal soal penghentian program pengayaan uranium.

Di tengah ketegangan, AS dan Iran baru saja memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, setelah serangan balasan besar-besaran oleh AS dan Israel pada akhir Februari memicu eskalasi militer. Sebagai respons, Iran menutup Selat Hormuz—jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia—sejak awal Maret, mengganggu arus perdagangan minyak global.

Trump menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai prioritas utama dalam negosiasi. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintahannya telah mengirim proposal baru ke Teheran dengan tuntutan yang “lebih keras,” meski rincian teknisnya tidak diungkapkan.

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB tengah mempertimbangkan pertemuan darurat menyusul serangan terbaru di Timur Tengah, sementara tekanan diplomatik terus meningkat. Di Washington, partai Republik sendiri terpecah: sebagian mendukung pendekatan Trump, sementara yang lain mempertanyakan kredibilitas klaimnya dan meminta transparansi.

Dengan latar belakang ketidakpercayaan yang mendalam antara AS dan Iran, serta tekanan internal yang semakin kuat, kesepakatan yang disebut Trump sebagai “sangat menarik” masih berada di ambang ketidakpastian—dipertaruhkan bukan hanya oleh geopolitik luar negeri, tetapi juga oleh dinamika politik dalam negeri Amerika sendiri.

Previous articlePancasila, Pemersatu dalam Keberagaman
Next articleBeirut Selatan Berlarian, Israel Serang Kawasan Hezbollah
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik