Sumbawanews.com,- Ekspor liquefied petroleum gas (LPG) dari Australia ke Indonesia melonjak tiga kali lipat sepanjang 2026, menjawab tekanan global akibat gangguan rantai pasok energi. Kenaikan signifikan ini berasal dari proyek Ichthys di Australia Barat dan Northern Territory, yang kini menjadi tulang punggung pasokan LPG bagi rumah tangga dan industri di Indonesia.
Dalam pernyataan resmi, Kedutaan Besar Australia di Jakarta menegaskan bahwa peningkatan volume ekspor terjadi seiring ketidakstabilan di Selat Hormuz—salah satu jalur strategis perdagangan energi dunia. Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menilai krisis ini justru memperkuat sinergi bilateral. “Ketika ketegangan di Timur Tengah mengganggu pasokan global, Indonesia dan Australia saling menopang: Indonesia mengirim urea, sementara Australia memperkuat pasokan LPG,” ujarnya.
Kementerian Luar Negeri RI pun menyambut positif dinamika ini. Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyebut kerja sama ini bukan sekadar transaksi komoditas, melainkan bukti ketahanan kemitraan strategis. “Ini adalah contoh nyata bagaimana dua negara dapat saling memperkuat ketahanan energi, memperkokoh rantai pasok, dan memperluas kepentingan ekonomi bersama,” katanya.
Menariknya, hubungan ini tak hanya bersifat satu arah. Sejumlah infrastruktur kunci proyek Ichthys—termasuk pipa dan modul produksi—diproduksi di Batam, menunjukkan keterkaitan mendalam antara sektor energi lepas pantai Australia dan industri manufaktur Indonesia. Kolaborasi ini mencerminkan transformasi hubungan bilateral dari sekadar perdagangan menjadi kemitraan berbasis nilai tambah lokal.
Dengan kebutuhan LPG domestik yang terus meningkat, terutama dalam program konversi energi bersih, pasokan stabil dari Australia menjadi penopang penting bagi stabilitas harga dan akses energi bagi jutaan rumah tangga. Kedua negara kini bergerak menuju kerja sama jangka panjang yang lebih terstruktur, termasuk dalam pengembangan teknologi distribusi dan keberlanjutan energi.















