Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.151 kilometer jalan daerah di 37 provinsi, menandai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat konektivitas nasional dan menurunkan biaya logistik yang selama ini menjadi beban berat bagi perekonomian pedesaan. Peresmian berlangsung di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dengan seluruh kepala daerah mengikuti secara virtual dari seluruh penjuru Nusantara.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa jalan daerah bukan sekadar infrastruktur fisik, tapi urat nadi perekonomian rakyat. “Hasil pertanian, perikanan, dan produk UMKM dari desa-desa terpencil kini bisa sampai ke pasar, pusat distribusi, hingga kawasan industri tanpa hambatan panjang dan biaya tinggi,” ujarnya di hadapan para bupati, wali kota, dan jajaran pemerintah daerah.
Infrastruktur jalan yang baru diresmikan ini merupakan bagian dari Instruksi Presiden Tahun 2025 yang menekankan pentingnya pembangunan jalan penghubung antarwilayah sebagai fondasi ketahanan ekonomi. Prabowo menekankan, swasembada pangan dan energi tidak bisa diraih hanya dengan penyediaan benih, pupuk, atau pembangunan pembangkit listrik—tapi harus didukung oleh jaringan distribusi yang lancar dan merata.
“Biaya angkut akan turun drastis jika jalan-jalan ini terawat dan terhubung. Di negara kepulauan seperti Indonesia, konektivitas adalah kunci keadilan ekonomi,” tegasnya.
Presiden juga mengingatkan seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga kualitas jalan yang telah dibangun. Menurutnya, hasil kerja keras para kontraktor, dinas terkait, dan pemerintah daerah telah menunjukkan standar yang baik, dan ini harus dipertahankan. “Setiap rupiah yang dikeluarkan dari uang rakyat harus memberi dampak nyata, bukan sekadar proyek yang berakhir di laporan,” katanya.
Pembangunan jalan daerah ini menyentuh wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi, termasuk di pedalaman Kalimantan, pegunungan Papua, dan pulau-pulau kecil di Nusa Tenggara. Dengan akses jalan yang memadai, petani di Lombok bisa menjual hasil bawangnya ke pasar Surabaya dalam waktu singkat, nelayan di Sulawesi Utara bisa mengirim ikan segar ke Jakarta tanpa kehilangan kualitas, dan pelaku UMKM di Maluku bisa menjangkau konsumen di luar pulau mereka.
Prabowo menutup pidatonya dengan seruan kolaboratif: “Infrastruktur ini bukan milik pemerintah semata. Ini milik rakyat. Jaga, manfaatkan, dan jangan biarkan jalan-jalan ini menjadi korban kelalaian atau ketidakpedulian.”
Dengan total panjang jalan yang diresmikan setara dengan jarak Jakarta–Surabaya lebih dari empat kali lipat, langkah ini menjadi salah satu pencapaian infrastruktur terbesar dalam sejarah pemerintahan saat ini, sekaligus bukti komitmen untuk menghapus ketimpangan akses di seluruh pelosok Indonesia.















