Gaza, sumbawanews.com – Global Sumur Flotilla, Jum’at (01/05) menyebutkan, Pemerintah Yunani berhutang penjelasan kepada rakyat Yunani, komunitas internasional, dan sistem peradilan humaniter internasional.
Dikatakan, Setelah operasi ilegal dan pembajakan di mana ratusan anggota Armada Global Sumud ditangkap oleh pasukan pendudukan Israel di dalam zona pencarian dan penyelamatan Yunani di sebelah barat Kreta dan selatan Peloponnese, pemerintah Yunani bekerja sama dengan negara genosida tersebut untuk menurunkan para korban penculikan di sebuah pelabuhan di Kreta.
Baca Juga: Belasan Negara Kecam Penangkapan Global Sumud Flotilla oleh Israel
Israel secara resmi mengakui bahwa dua dari mereka yang ditahan, Thiago Ávila dan Saif Abukesek, dipindahkan secara ilegal ke Palestina yang diduduki tanpa persetujuan mereka. Pemerintah Yunani memungkinkan operasi internasional penculikan warga negara dari negara ketiga dan menyetujui pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional dan hukum laut.
Pemerintah Yunani bertindak tanpa menahan diri, memposisikan negara tersebut sebagai sekutu paling istimewa dari negara genosida. Di saat Israel menghadapi delegitimasi internasional yang meluas, Yunani dipermalukan dan berisiko menjadi negara paria di komunitas internasional.
“Kami akan melanjutkan perjuangan untuk Gaza, untuk Palestina, untuk kebebasan dan keadilan. Akhiri pengepungan ilegal Gaza sekarang juga. Kebebasan untuk kawan-kawan kita,” katanya. (Using)















