Sumbawa Barat sumbawanrws.com – Kawasan wisata bahari Gili Balu dan Pulau Kenawa selama ini dikenal sebagai salah satu ikon pariwisata unggulan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Keindahan hamparan pasir putih, perbukitan savana, serta panorama bawah laut yang memukau menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik besar bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, hingga kini potensi tersebut dinilai belum tergarap secara maksimal.
Gili Balu sendiri merupakan kawasan konservasi yang terdiri dari delapan pulau kecil, yakni Kenawa, Paserang, Belang, Namo, Kambing, Kalong, Ular, dan Mandiki. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Perairan (TWP) dan digadang-gadang menjadi salah satu destinasi unggulan pariwisata NTB.
Meski memiliki potensi besar, sejumlah pihak menilai pengembangan kawasan wisata tersebut masih menghadapi berbagai kendala. Mulai dari keterbatasan fasilitas pendukung, promosi yang belum optimal, hingga minimnya investasi pariwisata yang mampu menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama di kawasan tersebut.
Pulau Kenawa misalnya, dikenal dengan padang savana yang eksotis, bukit kecil untuk menikmati matahari terbit dan terbenam, serta keindahan bawah laut yang cocok untuk aktivitas snorkeling dan diving. Namun berbagai kajian menyebutkan masih terbatasnya fasilitas wisata dan sumber daya manusia menjadi tantangan utama dalam pengembangan destinasi tersebut.
Padahal, sejak beberapa tahun terakhir berbagai program pengembangan telah dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Program ekowisata berbasis konservasi bahkan telah dijalankan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Sejumlah pengamat pariwisata menilai Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat perlu menyusun langkah yang lebih agresif dalam pengembangan destinasi unggulan ini. Peningkatan aksesibilitas, pembangunan fasilitas dasar, promosi digital yang lebih masif, hingga penyelenggaraan event wisata berskala nasional dianggap menjadi kunci untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.
Selain itu, keterlibatan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, dan masyarakat lokal juga dinilai penting agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara langsung oleh warga sekitar.
Dengan posisi strategis yang berada di jalur penyeberangan Lombok–Sumbawa, Gili Balu dan Pulau Kenawa sebenarnya memiliki peluang besar menjadi destinasi wisata bahari kelas dunia. Namun tanpa pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan, keindahan alam yang dimiliki hanya akan menjadi potensi yang belum mampu memberikan dampak maksimal bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Kini, harapan masyarakat tertuju pada keseriusan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Gili Balu dan Pulau Kenawa bukan sekadar destinasi persinggahan, tetapi sebagai motor penggerak pariwisata dan ekonomi Kabupaten Sumbawa Barat di masa depan.
Editor: redaksi sumbawanews.com

















