Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Hingga saat ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumbawa telah membayar sekitar Rp51,7 milliar, dari warisan hutang hutang sebanyak Rp67,5 milliar. Atau masih belum terbayar Rp15,8 milliar.
“Saya kesini (Jabat Direktur) itu mewarisi hutang Rp67,5 miliar. Itu hutang tahun berjalan dan hutang tahun 2022. Saya masuk kesini itu kan agustus 2024. Sekarang ini diakhir tahun 2025, hutang itu masih Rp15,8 milliar. Jadi sudah ada pengurangan sampai 76 persen dari (hutang) yang saya terima,” kata dr. Mega Harta, Direktur RSUD Sumbawa, di ruang kerjanya, Kamis (07/05).
Baca Juga: Dibutuhkan Sekitar Rp300 M Rampungkan RSUD Sumbawa
Dijelaskan, hutang yang sudah terbayarkan yakni hutang kepada pihak ketiga. Dan hutang yang belum terbayar yakni hutang jasa karyawan RSUD Sumbawa.
“Karena itu rekomendasi BPK. Jadi kita harus menyelesaikan hutang pihak ketiga terlebih dahulu. Kalau teori manajemen sih, yang nama hutang, sama-sama penting (untuk dilunasi). Hutang kepada karyawan itu justru akan berkorelasi dengan motivasi kerja,” jelas dia.
Dijelaskan, dalam upaya melunasi hutang tersebut, RSUD Sumbawa berupaya untuk menerapkan efesiensi diinternal. Sebab saat ini dengan status sebagai BLUD, maka beban tersebut musti ditanggung secara mandiri oleh RSUD Sumbawa.
“Dari skema, dulu bisa APBD bisa membayar langsung hutang itu. Tapi karena sekarang ini jasa, maka tidak ada aturan yang membolehkan langsung ngambil dari APBD. Maka beban itu tentu dikami kami sekarang,” jelasnya.
Intervensi APBD untuk membantu meluasi hutang bisa dilakukan dengan cara tidak langsung. Misalnya dengan membackup belanja obat-obatan. “Maka yang seharusnya kita belanja obat-obatan, bisa untuk bayar hutang. Tentunya ini bukan kerja ringan,” ungkap dia.
Ia menegaskan komitmen untuk mengelola manajemen rumah sakit dengan baik, termasuk melakukan efesiensi seefesien mungkin dalam upaya menulasi hutang. Termasuk dengan upaya meningkatkan pendapatan dari pelayanan, mengiefesiensi bantuan dari Pemda. Sehingga lebih banyak yang bisa disisihkan untuk membayar hutang.
Dikatakan, target pelunasan sisa hutang tersebut yakni 2027 dengan asumsi tanpa bantuan dari Pemda. Dengan rincian akhir 2026 dapat terbayar sekitar 30 persen dari sisa hutang. “Kalau ada bantuan di Apbd Perubahan dan pendapatan kita bisa kita tingkat selama sisa 8 bulan terkahir, bisa 50 persen sudah bagus. Karena sekarang kita banyak tantangan. Kita sedang mempersiapkan kedatangan Cityscan, Mamografi dan Sitotoksik,” jelas dr. Mega. (Using)















